Latto Latto
Pemain Sepak Bola Indonesia Terjangkit Demam Latto-Latto
Permainan latto-latto kini tengah populer di masyarakat Tanah Air. Demam permainan adu ketangkasan ini juga menjangkit kalangan pesepakbola Indonesia.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/andik-rendika-rama-evan-dimas-812023.jpg)
Sementara itu, Jajang Mulyana mengungkapkan bermain latto-latto juga karena permainan ini sedang populer.
"Kalo buat saya sih cuma buat seru-seruan doang," ujarnya.
Selain Bali United, demam latto-latto juga menjangkit pemain Arema FC, Andik Rendika Rama.
Andik mengaku ikut bermain latto-latto lantaran sangat populer dimainkan anak-anak di daerah sekitar rumahnya, tidak terkecuali anaknya.
Ia akhirnya tertarik memainkan kembali permainan masa kecilnya itu.
"Pas di depan rumah ramai main, ya jadi ikut main karena anak di rumah main latto-latto jadi wes belajar dan main sama anak," tutur pemain bernomor punggung 24 itu.
"Dulu pas SD sudah main, namanya tek ketek sekarang namanya latto-latto yang lagi viral," tambahnya.
Siapa sangka permainan masa kecilnya itu juga menjadi sarana untuk menghabiskan quality time bersama sang anak.
Selain Andik, Evan Dimas Darmono juga terkena demam latto-latto.
Ia pertama kali tahu latto-latto dari sang adik yang setiap hari memainkannya.
Ia menjadi tertarik untuk bisa bermain latto-latto.
Sayangnya dari beberapa percobaan masih gagal.
Meski demikian, Evan Dimas terus penasaran untuk bisa menaklukkan latto-latto.
"Saya lihat adek terus ternyata banyak yang main jadi pengen nyoba, akhirnya keterusan tapi tidak bisa bisa. Akhirnya pinjem punya adek ya tetep ga bisa juga," ujarnya sembari tertawa.