Natal
Danny Pomanto ke Warga Toraja di Makassar, Kita Memang Beda Agama Tapi Satu dalam Masalah Sosial
Danny memuji kekompakan pengurus PMTI, mereka bisa mengumpulkan ribuan warga Toraja dari berbagai penjuru.
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Danny-Pomanto-di-Acara-Natal-PMTI.jpg)
MAKASSAR, TRIBUNTORAJA.COM - Wali Kota Makassar Danny Pomanto hadir dalam Natal Nasional Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Jumat (6/1/2023) malam. Natal nasional ini digelar di Hotel Myko, Jl Boulevard, Makassar.
Danny memuji kekompakan pengurus PMTI, mereka bisa mengumpulkan ribuan warga Toraja dari berbagai penjuru.
Menurutnya, mempersatukan masyarakat sebuah usaha yang menjadi semangat di Kota Makassar.
Karena tanpa persatuan masyarakat, maka siapapun tidak mampu menghadapi tantangan yang begitu berat kedepan.
"PMTI berhasil mempersatukan terkhusus kepada masyarakat Toraja. Kita lihat dari seluruh penjuru Indonesia datang," ucap Danny Pomanto.
Ia juga memuji kepemimpinan Ketua Umum PMTI Pusat, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa.
Sanny menilai, terlihat jelas kepemimpinan Ketum PMTI yang berhasil menyatukan masyarakat dalam momentum keagamaan ini.
"Makanya saya sampaikan ada tiga hal luar biasa, leadership pak ketua, karya-karyanya, choir (paduan suara) dan orang-orang yang hadir ialah orang-orang luar biasa semua," sebutnya.
Itu menandakan bahwa PMTI punya magnet untuk mempersatukan masyarakat.
Apalagi, kontibusi warga Toraja untuk Makassar sangat luar biasa, salah satunya di bidang kuliner.
"Kontribusi masyarakat Toraja untuk Makassar luar biasa sekali. Ini seperti makanan, tanpa mereka terasa hambar. Saya berterimakasih bantuan seluruh kader PMTI. Mereka loyal, dan kinerjanya baik," pujinya.
Pemkot Makassar kata Danny menitipkan dua pesan.
Pertama, membantu menyukseskan program 'jagai anakta'. Jika hal itu terwujud maka Kota Makassar, Provinisi Sulsel bahkan Indonesia bisa aman.
Kedua, ialah berkontribusi program perkuatan keimanan umat.
"Kita memang berbeda keyakinan, beda mashab, tapi kita harus satu dalam masalah sosial," tuturnya.