Lovely Desember
Cara Unik Sajikan Kopi Toraja Nikmat Ala Masyarakat Saluputti
cara sangrai atau roasting yang dilakukan masyarakat Saluputti ini masih tradisional, menggunakan api dari pembakaran kayu, serta wajan dari bahan te
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/29122022_kopi_salubarani.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menggelar "Pesona Kopi Toraja" di Pasar Seni Art center, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mulai Rabu (28/12/2022).
Kegiatan yang berlangsugn sampai Kamis (29/12/2022) ini merupakan rangkaian dari Lovely Desember 2022.
Pesertanya merupakan UMKM dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tana Toraja, .
Salah satu pesertanya dari Kecamatan Saluputti.
Herianti Daunrara, memperlihatkan bagaimana biji kopi diolah hingga menjadi hidangan minuman yang nikmat.
Uniknya, Herianti cara sangrai atau roasting yang dilakukan masyarakat Saluputti ini masih tradisional, menggunakan api dari pembakaran kayu, serta wajan dari bahan tembikar/tanah liat.
"Biji kopi yang disanggrai harus tetap diaduk agar matangnya merata, kalau tidak diaduk yah pasti hasilnya tidak bagus," ucapnya sembari terus mengaduk biji kopi dalam wadah wajannya.
"Tanda-tanda biji kopi mulai matang merata yaitu saat biji kopi sudah mulai kecoklatan dan bunyi-bunyi yang sedikit nyaring," tambah Indo' (ibu) Gihon, panggilan Harianti.
Setelah matang, Indo' Gihon mengeluarkan biji kopi yang telah coklat kehitaman diletakkan di atas nyiru (nampan) dan didiamkan (didinginkan) beberapa saat.
Selanjutnya, biji kopi tersebut dihaluskan, lagi-lagi dengan cara tradisional, ke dalam lesung kayu, alat menumbuk yang dari kayu berbentuk lonjong.
Setelah dirasa sudah halus, biji kopi kemudian ditapis menggunakan ayakan khusus. Inilah olahan bubuk kopi yang siap diolah menjadi minuman kopi yang nikmat.
Untuk pemasaran, bubuk kopi ini di-packing. Tetap masih menggunakan cara tradisional/manual, tanpa mesin press.
Alat press manual ini terbuat dari bambu berbentuk jepitan.
Jadi, bubuk kopi di masukkan ke plastik, kemudian ujungnya dijepit dan direkatkan dengan panas dari lilin.
Setelah itu jepitan dari bambu itu dilepasdan bubuk kopi ini telah ter-packing dengan rapi.