1 Januari 2023, Klinik Cerebellum Tidak Lagi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Direktur Klinik Cerebellum, dr Yose Waluyo, mengatakan, kerja sama kliniknya dengan BPJS Kesehatan akan resmi berakhir pada 31 Desember 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/27122022_Klinik_Cerebellum.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Klinik Cerebellum tidak lagi melayani pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 Januari 2023 nanti.
Hal ini sekaitan dengan adanya pemutusan kontrak kerja sama BPJS Kesehatan dengan klinik yang berada di
Jl Swadaya Nomor 4, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Selain Klinik Cerebellum, BPJS Kesehatan juga melakkan hal yang sama pada RS Grestelina (Makassar) dan Klinik Rafi (Kabupaten Gowa).
Direktur Klinik Cerebellum, dr Yose Waluyo, membenarkan pemutusan kerja sama itu. Ia mengatakan, kerja sama klinik kesehatannya dengan pihak BPJS Kesehatan akan resmi berakhir pada 31 Desember 2022.
"Kami sudah terima surat pemutusan kerja sama tersebut, berlaku per 1 Januari 2023," kata dr Yose.
"Alasan dari pihak BPJS itu tidak dilanjutkan, kalau dari suratnya, adalah ada ketidakpatuhan, ada alur yang tidak efesien dan efektif," kata dr Yose Waluyo, Selasa (27/12/2022) siang.
Ia menilai pemutusan kontrak kerja sama sepihak ini janggal. Menurutnya, Klinik Cerebellum telah memenuhi tujuh indikator ketaatan Fasilitas Kesehatan yang dikeluarkan BPJS.
"Alhamdulillah, indikator kami itu bulan sebelumnya masih sekitar 70 persen, kemudian di November itu sudah 100 persen," ujar dr Yose.
Di bulan Agustus atau November, lanjut Yose, Kantor BPJS Makassar mengatakan bahwa yang tidak masuk zona hijau ini akan terdensial.
Faskes yang bekerjasama dengan BPJS pun diminta untuk memperbaiki kinerjanya.
Dari imbauan itu, dr Yose pun mengaku terus melakukan pembenahan seusai tujuh indikator ketaatan agar masuk zona hijau.
"Pada waktu itu, kita masih zona kuning, bukan zona merah. Kita disuruh perbaiki dan Alhamdulillah kita masuk sudah zona hijau," ungkap Yose.
"Tapi yang lain malah di bawah kami, yang (nilainya) 70, 80, 90, itu sudah ditredensialin ulang dan dilanjut. Tapi kami tidak, padahal nilai kita 100," herannya
Dokter Yose pun mengaku sempat menanyakan keanehan itu ke pihak BPJS Kesehatan Makassar.
"Kami konfirmasi, beliau (Kepala BPJS Kesehatan Makassar) mengatakan, bukan cuman itu pertimbangannya, ada pertimbangan lain," sebut dr Yose.