Tradisi
Mengenal Tradisi Merauk, Upacara Adat bagi Kaum Strata Satu Suku Toraja
Mangrara Banua adalah upacara syukuran kebiasaan masyarakat Toraja setelah menyelesaikan pembuatan rumah adat Toraja (tongkonan).
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/22122022_Mangrara_Banua.jpg)
MAKALE, TRIBUNTORAJA.COM - Tradisi Mangrara Banua adalah satu di antara banyaknya budaya masyarakat suku Toraja. Upacara adat ini masih sangat kental dilestarikan hingga sekarang.
Mangrara Banua adalah upacara syukuran kebiasaan masyarakat Toraja setelah menyelesaikan pembuatan rumah adat Toraja (tongkonan).
Dalam acara ini ada satu jenis upacara yang identik dengan tradisi Mangrara Banua, yaitu Ma'tallu Rarana atau Merauk.
Salah satu tokoh adat, Yohanis P Pakendek mengatakan Merauk adalah upacara yang dilakukan oleh kaum strata tinggi di Toraja.
"Ma'tallu Rarana atau Merauk adalah bentuk upacara syukuran yang tertinggi dalam budaya Toraja," katanya.
Merauk ini merupakan salah satu upacara adat yang dirangkaikan dengan pengucapan sumpah kepada Tongkonan.
"Merauk juga dapat dikatakan sebagai upacara pelaksanaan nasar atau Pesalu Kate," ujarnya.
Hewan yang dipersembahkan untuk sembelihan dalam upacara adat ini merupakan hewan terbaik.
"Di dalam upacara merauk harus dipersembahkan hewan yang sehat dan gemuk," tuturnya.
Hewan tersebut terdiri dari tiga jenis hewan terbaik.
"Diantaranya adalah ayam, babi dan kerbau," imbuhnya. (*)