Launching Tribun Toraja
Cerita Awal Tongkonan Lempe Dikenal Sebagai Negeri di Atas Awan
Tongkonan Lempe tidak hanya menjual rumah adat yang unik tapi juga panorama alamnya yang memikat dan diberi julukan "Negeri di Atas Awan".
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/27112022_Yuliati_Kadang.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pada utamanya, rumah Tongkonan berfungsi sebagai tempat tinggal masyarakat, baik untuk tempat tinggal keluarga, bersosialisasi, ataupun upacara atau lumbung padi.
Demikian juga Tongkonan Lempe di Lolai yang terletak di Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara.
Tongkonan ini awalnya rumah adat dan hanya dijadikan sebagai tempat tinggal keluarga.
Namun kini diserbu wisatawan lokal, domestik, hingga manca negara.
Pasalnya, Tongkonan Lempe tidak hanya "menjual" rumah adat yang unik tapi juga panorama alamnya yang memikat. Tongkonan Lempe Lolai dikenal dengan julukan "Negeri di Atas Awan".
"Sebenarnya tempat ini kita buat bukan untuk tempat wisata tapi hanya sebagai rumah keluarga," kata Direktur Utama Tongkonan Lempe, Yuliati Kadang, saat mengisi agenda Seruput Kopi Toraja dalam rangka Launching TribunToraja.com, Minggu (29/11/2022).
Awalnya pun nyaris tidak ada yang kenal tempat ini, kecuali rumpun keluarga dan masyarakat sekitar. Namun, pada tahun 2015, keluarga mengadakan syukuran rumah adat lokasi Tongkonan Lempe Lolai dan acara ini dihadiri fotografer.
"Waktu kita selesai tahun 2015, kita adakan yang namanya ma'buak. Ada fotografer yang datang," jelasnya.
"Dulu itu, di sini masih becek," katanya.
Tim dari Tribun Timur saat itu ikut istirahat minum kopi di Tongkonan Lempe pada pagi hari dan melihat gumpalan awan ada di bawahnya.
Fotografer Tribun Timur pun lalu mengambil gambar video menggunakan drone dan terlihat Tongkonan Lempe seperti berada di atas awan. Maka dibuatkan tulisan "Negeri di Atas Awan".
Julukan untuk Lolai "Negeri di Atas Awan" pun kini melekat pada Tongkonan Lempe itu.
"Tidak lama setelah itu, sekitar satu minggu, sudah booming," tutur Yuliati Kadang.
Banyak wisatan mulai berdatangan. "Pernah dari malam sampai pagi itu yang datang ada enam ribu orang," imbuhnya. (*)