Jumat, 17 April 2026

Babinsa Toraja Hilang

Kisah Pencarian Babinsa Serda Amiruddin, Mulai Operasi SAR Hingga Ritus Aluk To Dolo

Pencarian Serda TNI Amiruddin selama 15 hari melibatkan tim SAR gabungan dan juga ritual Aluk to Dolo

Tayang:
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kisah Pencarian Babinsa Serda Amiruddin, Mulai Operasi SAR Hingga Ritus Aluk To Dolo
tribun_toraja.com
ILUSTRASI - Ukiran ayam dan matahari di teratap Tongkonan di Toraja. Tongkonan adalah salah satu benda budaya dari tradisi tua Aluk Todolo, keyakinan tua masyarakat Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO — Lima belas hari, operasi search and rescue (SAR) pencarian Sersan Dua (serda) TNI Amiruddin, Bintara Bina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1414-03 Rindingallo, Toraja Utara, Kamis (24/11/2022) siang, resmi dihentikan.

Suka duka pencarian fisik ini juga ternyata melibatkan ritual tua Toraja, Aluk Todolo.

Seremoni penghetian operasi SAR gabungan ini, ditandai upacara tabur bunga di kolong Jembatan Sungai Salu Maiting, Rindingallo, Toraja Utara, Sulsel.

Selama 15 hari operasi, operasi SAR gabungan ini setidaknya melibatkan empat tim.

Ini melibatkan pihak Basarnas, BPPD, TNI-Polri, dan jaringan informasi di daerah aliran sungai (DAS) Salu Maiting.
Operasi SAR ini mencakup setengah dari panjang DAS.

Bahkan dilaporkan hingga lokasi turbin daerah hulu pegunungan Ma'dong, Kecamatan Denpina sekitar 25 kilometer dari lokasi kejadian.

Panjang Sungai Maiting sekitar 50,2 kilometer.

Hulunya di To'sapan Pulu-pulu, Desa Buntu Pepasan, Toraja Utara dan hilir di Desa Tapparan, Kabupaten Tana Toraja.
Berada di kontur pegunungan terjal, dan elevasi hutan tropis, arus sungai ini deras.

Level ketinggian air dan tekanan arus meningkat, khusunya di bulan Oktober, hingga Maret, atau di musim penghujan.
Selain operasi SAR, pihak keluarga dan warga juga sudah menggelar ritual ala Aluk Todolo, keyakinan tua nenek moyang warga padalaman tengah Sulawesi ini.

Apa itu Aluk To Dolo?

Ini adalah salah satu keyakinan tua suku asli Toraja.

Sejak tahun 1969, ajaran animisme ini mendapatkan status sebagai cabang dari agama Hindu Dharma.
Di antara praktik agama Aluk To Dolo yang masih bertahan sampai sekarang adalah upacara kematian “Rambu Solo” dan disebut-sebut sebagai salah satu ritus pemakaman biaya tinggi di dunia.

Di masa pendemi, tahun 2021 lalu, warga Rembon, Tana Toraja menggelar ritus Aluk Todolu untuk menekan penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ritual itu antara lain Ma’rinding dan Ma’bugi’.

Bagi penganut Alukta, (sebutan lokal bagi pengamal spirualitas ini) untuk memala’ atau mendapat berkati dan perilindungan dari Sang Maha Kuasa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved