Rabu, 20 Mei 2026

26 Tahun Tak Diperhatikan Pemerintah, Masyarakat dan Perantau Batualu Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

Warga bahu membahu menimbun dan mengecor jalan rusak penghubung Lembang Patengko dengan Batualu sepanjang tiga kilometer.

Tayang:
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto 26 Tahun Tak Diperhatikan Pemerintah, Masyarakat dan Perantau Batualu Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Ricdwan Abbas
Masyarakat dan perantau Batualu secara swadaya memperbaiki jalan rusak penghubung Batualu-Patengko, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Prihatin dengan kondisi jalan rusak parah, masyarakat dan perantau (diaspora) Sang Batualuan secara swadaya memperbaiki jalan poros Sangalla, Tana Toraja.

Mereka menggunakan dana pribadi yang digalang dari warga dan perantau Sang Batualuan.

Warga bahu membahu menimbun dan mengecor jalan rusak penghubung Lembang Patengko dengan Batualu sepanjang tiga kilometer.

Pengerjaan jalan ini dilakukan secara swadaya mulai Jumat (7/11/2022).

Kondisi jalan tersebut rusak sejak 26 tahun lalu, namun tak kunjung diperhatikan dan diperbaiki pemerintah.

Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama warga dari tiga desa, Lembang Batualu, Batualu Selatan, dan Patengko.

Ini juga merupakan akses bandara udara Batualu-Patengko.

"Kami menggunakan dana swadaya memperbaiki Jalan Poros Kabupaten,” ungkap seorang warga, Pradyan Rizky Londong Allo, kepada Tribuntoraja.com, Sabtu (12/11/2022) pagi.

“Sekitar tiga kilometer kami timbun menggunakan kerikil kurang lebih 400 ret dan ada enam titik yang kami cor, panjangnya sekitar 500 meter," ungkapnya.

"Sumber anggaran murni dari uang perantau dan masyarakat. Tidak ada sumbangan dari pihak manapun termasuk pemerintah atau dari anggota DPRD dapil kami," ungkapnya.

Jalan rusak ini sebelumnya viral ditayangkan di beberapa stasiun TV nasional dan media online nasional setelah warga menanam pohon pisang serta menebar ikan lele sebagai aksi protes.

Hal itu dilakukan warga dengan harapan mendapat perhatian pemerintah.

Iin, sapaan akrab Pradyan Rizky Londong Allo, menuturkan, aksinya tersebut menggugah hati para perantau Sang Batualuan dan mulai melakukan penggalangan dana.

"Saya sangat bangga kepada seluruh masyarakat dan perantau Sang Batualuan yang sudah membenahi kampung halaman," katanya.

"Meskipun belum tuntas, ini sudah sangat luar biasa. Saya bangga, saya bangga," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved