75 Peserta Didik Sekolah Rakyat Tana Toraja Ikuti MPLS 2025, Tingkat SMA Terbanyak
Di Tana Toraja, jumlah peserta didik yang diterima sebanyak 75 anak, terdiri dari 25 siswa SD dan 50 siswa SMA.
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/30092025_Sekolah_Rakyat.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja tahun ajaran 2025/2026 resmi dibuka di ruang aula Gedung SKB Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Selasa (30/9/2025).
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Erianto L Paudanan, Wakapolres, perwakilan Dandim 1414, Kepala BBPPKS Anna Puspasari, Asisten I Muhammad Safar, Kadis Sosial Adriana Saleng, Camat Mengkendek, serta orangtua peserta didik.
Baca juga: Mensos Sebut Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi 14 Juli 2025, Hampir 10 Ribu Siswa Siap Belajar
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kementerian Sosial RI ini untuk memberikan akses pendidikan merata, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
Kadis Sosial Tana Toraja, Adriana Saleng, menjelaskan program ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
“Program Sekolah Rakyat dijalankan sejak Juni, namun khusus di Tana Toraja baru bisa dimulai September 2025. Saat ini terdapat 165 titik Sekolah Rakyat di Indonesia, dan Tana Toraja berada pada urutan ke-62. Dari seluruh Sulawesi Selatan, hanya delapan kabupaten yang masuk,” jelas Adriana.
Baca juga: Pemkab di Sulsel Kirim Siswa ke Sekolah Rakyat: Tana Toraja Tak Ikut, Kadis Sibuk Urusan Pribadi
Ia menambahkan, MPLS menjadi sarana untuk memperkenalkan siswa pada lingkungan belajar, budaya, dan sistem pendidikan holistik yang menekankan pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan nasionalisme.
“Tujuan besar dari Sekolah Rakyat adalah memutus rantai kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Adriana juga mengakui adanya tantangan dalam proses rekrutmen peserta didik. Seleksi dilakukan bersama pendamping PKH dengan melihat desil kemiskinan calon siswa.
Baca juga: Sri Mulyani: Anggaran Sekolah Rakyat Naik Besar Tahun Depan
“Kadang anak terdaftar di desil 1 atau 2, namun setelah pemutakhiran data masuk ke desil 3. Kami sempat bingung, tapi setelah koordinasi, akhirnya mendapat solusi agar anak tetap bisa melanjutkan sekolah,” ungkapnya.
Di Tana Toraja, jumlah peserta didik yang diterima sebanyak 75 anak, terdiri dari 25 siswa SD dan 50 siswa SMA.
Untuk tingkat SMP belum dibuka karena angka anak tidak sekolah di jenjang tersebut relatif rendah.
Program ini sepenuhnya dibiayai APBN melalui Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.
Baca juga: 73,09 Persen Pekerja di Tana Toraja Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Tertinggi di Sulsel
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah, sehingga Sekolah Rakyat bisa ditempatkan di Gedung SKB Ge’tengan. Terima kasih juga kepada orangtua yang dengan rela menyekolahkan anaknya di sini,” pungkas Adriana.
Sementara itu, Kepala BBPPKS, Anna Puspasari, menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat juga membuka lapangan kerja bagi guru.
“Guru-guru harus disiapkan untuk ditempatkan di seluruh Indonesia. Selain itu, dalam rangka MPLS ini peserta akan mendapat pemeriksaan kesehatan gratis, dan semua fasilitas ditanggung pemerintah,” ujarnya.
| Minim Serapan Lokal, 1.116 Pencari Kerja Tana Toraja Pilih Merantau |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Dishub Tana Toraja Kurangi Pergerakan |
|
|---|
| Permudah Akses Penyandang Disabilitas, Disnaker Tana Toraja Pindah Kantor |
|
|---|
| Ribuan Warga Toraja Doa Bersama Selamatkan Generasi dari Narkoba dan Pergaulan Bebas |
|
|---|
| Bobol 3 Toko di Makale, Warga Palopo Dibekuk Resmob Polres Tana Toraja |
|
|---|