Sabtu, 2 Mei 2026

Sang Torayan Rayakan Natal Sekaligus Simposium Budaya Toraja di Kampus UKI Paulus Makassar

Perayaan ini juga dirangkaikan dengan simposium budaya yang membahas berbagai upaya pelestarian nilai-nilai adat Toraja.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Sang Torayan Rayakan Natal Sekaligus Simposium Budaya Toraja di Kampus UKI Paulus Makassar
Tribun Toraja/rudi
SANG TORAYAN - Suasana perayaan Natal Sangtorayan dan Simposium Budaya Toraja di Gedung Lilin, Kampus UKI Paulus Makassar, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUNTORAJA.COM - Suasana Natal terasa hangat di Gedung Lilin, Kampus UKI Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan,  Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/12/2025).

Sebuah pohon Natal berukuran besar berdiri megah di sisi kiri panggung, sementara berbagai ornamen dan dekorasi Natal menghiasi hampir seluruh ruangan.

Tulisan “Merry Christmas” menyambut kedatangan sekitar 300 peserta yang hadir dalam Perayaan Natal Sangtorayan dan Simposium Budaya Toraja.

Acara yang digelar oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini diikuti beragam unsur, mulai dari perwakilan kerukunan Toraja, akademisi, organisasi mahasiswa, tokoh masyarakat dan agama, hingga perwakilan pemerintah.

Ketua Panitia, Kordiana Sambara, mengatakan bahwa perayaan Natal Sangtorayan menjadi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat Toraja di perantauan sekaligus ungkapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

“Melalui Natal, kita dipersatukan kembali sebagai orang Toraja perantauan untuk mengingat kasih Kristus. Kiranya damai dan sukacita Natal memenuhi hati seluruh masyarakat Toraja,” ujar Kordiana, yang tampil anggun dengan pakaian adat Toraja berwarna ungu.

Perayaan ini juga dirangkaikan dengan simposium budaya yang membahas berbagai upaya pelestarian nilai-nilai adat Toraja.

Kordiana menegaskan pentingnya masyarakat Toraja kembali memahami akar budaya mereka.

“Kita ingin melihat kembali budaya kita, nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diwariskan. Jangan sampai budaya Toraja terputus begitu saja,” katanya.

Ia berharap simposium tersebut menghasilkan rekomendasi penting untuk disampaikan kepada pemerintah, khususnya mengenai perlunya undang-undang yang memberikan perlindungan lebih kuat terhadap adat dan budaya Toraja.(rudi)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved