Rabu, 10 Juni 2026

Tekno

OpenAI Luncurkan ChatGPT Atlas, Saham Google Anjlok Imbas Persaingan Browser AI

OpenAI meluncurkan browser AI ChatGPT Atlas yang terintegrasi dengan ChatGPT. Peluncuran ini bertepatan dengan turunnya saham Google akibat...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto OpenAI Luncurkan ChatGPT Atlas, Saham Google Anjlok Imbas Persaingan Browser AI
OpenAI
BROWSER AI - OpenAI meluncurkan browser AI ChatGPT Atlas yang terintegrasi dengan ChatGPT. Peluncuran ini bertepatan dengan turunnya saham Google akibat kekhawatiran investor terhadap persaingan di pasar browser AI. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Atlas, peramban internet berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi langsung dengan chatbot ChatGPT, pada Selasa (21/10/2025) waktu Amerika Serikat.

Browser ini menjadi pesaing baru di pasar peramban global, menantang dominasi Google Chrome dan Safari.

ChatGPT Atlas berfungsi layaknya browser lain seperti Chrome, Mozilla Firefox, atau Safari, namun dibekali kemampuan AI yang lebih canggih melalui fitur “mode agen”.

Fitur ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai tugas secara otomatis, seperti mencari, meringkas, atau menulis konten tanpa perlu berpindah tab.

 

 

Saham Google Anjlok Setelah Peluncuran

Peluncuran ChatGPT Atlas berdampak langsung pada harga saham Alphabet, perusahaan induk Google.

Berdasarkan data MarketWatch, pada pembukaan pasar Selasa (21/10/2025) pukul 11.00 waktu EDT, saham Alphabet turun ke 244 dolar AS (sekitar Rp4 juta) per lembar.

Padahal dua jam sebelumnya, tepat pada pukul 09.00 EDT, harga saham Alphabet masih berada di atas 253 dolar AS (sekitar Rp4,2 juta).

Saham tersebut kemudian perlahan pulih ke 250 dolar AS (sekitar Rp4,1 juta) saat penutupan pasar pukul 16.00 EDT.

Meski belum ada konfirmasi penyebab pasti, penurunan harga saham Alphabet terjadi berdekatan dengan peluncuran ChatGPT Atlas.

Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa investor khawatir akan ancaman persaingan baru bagi Chrome di sektor browser AI.

Analis dari Bank of America, Justin Post, menilai OpenAI memiliki basis pengguna global yang besar.

“Dengan jumlah pengguna yang sudah mapan, peluncuran ChatGPT Atlas bisa meningkatkan tekanan kompetitif terhadap Google dan perusahaan teknologi besar lainnya yang memiliki produk browser,” ujarnya.

 

Baca juga: Samsung Luncurkan Galaxy XR, Headset AI Pesaing Apple Vision Pro

 

Kompetisi Browser AI Semakin Sengit

Dilaporkan MarketWatch, Rabu (22/10/2025), kompetisi browser berbasis AI kini semakin intens.

Sebelumnya, Google telah menambahkan AI Gemini ke Chrome untuk membantu pengguna mencari dan membandingkan informasi langsung di peramban melalui ikon AI di pojok kanan atas.

Selain itu, startup Perplexity juga merilis browser AI bernama Comet pada Juli 2025.

Awalnya hanya tersedia untuk pengguna berbayar, kini Comet sudah bisa diakses secara gratis.

Persaingan ini semakin terbuka setelah keputusan pengadilan antimonopoli di AS yang melarang Google membuat kontrak eksklusif untuk distribusi produk seperti Gemini.

Putusan itu juga mewajibkan Google membuka sebagian aset pencarian bagi kompetitor yang memenuhi syarat, memberi ruang bagi browser baru seperti ChatGPT Atlas untuk berkembang.

Peluncuran ChatGPT Atlas menandai langkah agresif OpenAI dalam memperluas ekosistem AI-nya ke ranah eksplorasi web, sekaligus mengubah lanskap persaingan di industri peramban internet global.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved