Tekno
Google Beli Rp 50 Triliun Saham Penambang Bitcoin, Ada Apa?
Google resmi membeli 5,4 persen saham Cipher Mining senilai Rp 50 triliun. Investasi ini terkait proyek pusat data AI bersama Fluidstack di Texas.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/26012023_Google.jpg)
Sebelumnya, CleanSpark mengumumkan pendanaan 100 juta dolar AS (Rp 1,6 triliun) untuk infrastruktur AI, sementara Hive Digital memperluas bisnis ke layanan GPU dan AI hingga mencetak rekor pendapatan pada kuartal pertama tahun fiskal 2025.
Peralihan bisnis penambang Bitcoin ke sektor AI sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.
Langkah ini dipicu penurunan pendapatan penambangan kripto yang mendorong modifikasi fasilitas agar relevan dengan kebutuhan pasar AI.
Baca juga: Cara Amerika Serikat Bombardir Iran Tanpa Terdeteksi: Operasi Senyap Pesawat Siluman
Core Scientific menjadi salah satu contoh.
Sejak 2019, perusahaan asal AS itu mulai diversifikasi ke AI.
Pada 2024, mereka bermitra dengan CoreWeave untuk menyediakan sekitar 200 megawatt infrastruktur komputasi.
Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp1,99 Miliar, Tembus All Time High
CoreWeave sendiri merupakan perusahaan penyedia GPU berbasis cloud yang didukung Nvidia.
CEO Core Scientific, Adam Sullivan, menjelaskan fasilitas penambangan Bitcoin pada dasarnya adalah infrastruktur daya yang bisa dialihfungsikan menjadi pusat data.
Meski tetap menjadi salah satu penambang terbesar, perusahaan itu kini menargetkan model bisnis yang lebih terdiversifikasi dengan arus kas yang stabil.
(*)
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|