Presiden Prabowo Undang Ormas Islam, Mahfud MD: Ini Demo Bukan Soal Agama
Mahfud MD menilai langkah Presiden Prabowo mengundang 16 ormas Islam kurang tepat. Menurutnya, demonstrasi yang meluas saat ini bukan soal agama...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/menkopolhukam-mahfud-md-1522023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di tengah gelombang demonstrasi beberapa hari terakhir.
Menurut Mahfud, protes yang terjadi saat ini bukanlah persoalan agama.
"Isunya ini bukan isu masalah agama. Itu masalah ekonomi. Ini yang protes-protes itu bukan gerakan keagamaan santri atau apa gitu. Santri-santri enggak ikut ini," kata Mahfud dalam Podcast Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (2/9/2025).
Mahfud menilai, aksi massa terjadi karena kekecewaan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk sikap DPR yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi rakyat.
"Peristiwa demo yang sangat mengerikan itu, masif dan mengerikan itu. Itu kan bukan soal DPR menyanyi semata-mata, bukan DPR menyanyi atau gajinya naik semata-mata," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Baca juga: NasDem Desak DPR Stop Gaji dan Tunjangan Ahmad Sahroni serta Nafa Urbach
Kritik Undangan Ormas Islam
Mahfud menyebut langkah Presiden Prabowo mengundang ormas Islam kurang tepat.
Menurutnya, isu demo lebih pada ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan ekonomi dan politik, bukan soal keagamaan.
"Itu keliru coba memanggil 16 ormas Islam. Dan di situ kelihatan sekali ormas Islam bicara apa di situ kaitannya dengan ini semua? Enggak ada," ungkap Mahfud.
Baca juga: PAN Minta DPR dan Kemenkeu Hentikan Gaji-Tunjangan Eko Patrio dan Uya Kuya
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengundang 16 ormas Islam ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).
Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
"Pak Presiden begitu terbuka dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini, dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, memahami betul bahwa persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama," ujar Haedar lewat YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.
Baca juga: Ini Isi 17+8 Tuntutan Rakyat serta Arti Warna Pink dan Hijau yang Viral
Pertemuan yang berlangsung tiga jam itu juga membahas pentingnya menjaga demokrasi dan menghindari aksi kekerasan.
Haedar mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan tanggung jawab dan keadaban dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia," tambahnya.
(*)
| BREAKING NEWS: Koalisi Mahasiswa Toraja Unjuk Rasa Tolak Ranperda RT/RW 2026–2045 |
|
|---|
| Kasus Bundir di Tana Toraja Tahun 2025 Naik 100 Persen, Unjuk Rasa Naik 220 Persen |
|
|---|
| Saksikan Uang Rampasan Kejagung Rp6 Triliun, Prabowo: Cukup Bangun 100 Ribu Rumah di Sumatra |
|
|---|
| Presiden Prabowo Pastikan Bonus Atlet SEA Games 2025 Tetap Cair |
|
|---|
| Warga Toraja di Jakarta Bawakan Lagu Marendeng Marampa dalam Konser Pra Kompetisi Sing From Kobe |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.