Toraja Siap Bergabung, Muncul Opsi Provinsi Luwu–Toraja
Selain itu, ia menyoroti kuatnya hubungan kekeluargaan antara masyarakat Toraja dan Luwu yang telah terjalin sejak lama, terutama
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/musa-salusu-32.jpg)
Meski demikian, aspirasi pemekaran Luwu Raya terus menguat.
Bahkan satu pekan terakhir, warga Luwu Raya melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup jalan Trans Sulawesi yang berada dalam wilayahnya.
Pernyataan Terbuka
Sebelumnya, puluhan tokoh masyarakat Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja secara terbuka menyatakan dukungan untuk bergabung dalam perjuangan pembentukan DOB Provinsi Luwu–Toraja.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di D’Rij Hotel & Convention Hall, Toraja Utara, Kamis (29/1/2026).
Dalam forum itu, para tokoh sepakat bahwa penggabungan wilayah Luwu Raya dan Toraja akan lebih cepat memenuhi syarat administratif pembentukan provinsi baru.
Jika disepakati, Provinsi Luwu–Toraja akan memiliki enam kabupaten/kota, terdiri dari tiga kabupaten dan satu kota di wilayah Luwu Raya serta dua kabupaten di Toraja.
Dengan demikian, syarat minimal lima daerah penunjang DOB provinsi dapat terpenuhi.
Sekitar 50 tokoh lintas latar belakang, mulai dari tokoh adat, rohaniawan, akademisi, hingga purnawirawan, sepakat membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu–Toraja.
Pendeta Musa Salusu dipercaya sebagai Ketua Tim Formatur, sementara Yohanis Lintin Paembonan ditunjuk sebagai sekretaris.
Pada rapat tersebut, Pdt Musa Salusu menegaskan, wacana Provinsi Luwu–Toraja bukan sekadar simbolik, melainkan gerakan serius yang akan ditempuh melalui jalur konstitusional.
Ia menyebut, tantangan ke depan masih panjang, mulai dari konsolidasi daerah, persetujuan DPRD, rekomendasi gubernur, hingga keputusan pemerintah pusat.
“Ini baru awal. Tapi yang terpenting, wacana Provinsi Luwu–Toraja kini sudah menjadi gerakan terbuka, bukan lagi diskusi terbatas,” tegasnya kepada wartawan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peta wilayah, landasan historis hubungan Luwu dan Toraja, potensi ekonomi, serta kesiapan sosial dan administratif daerah.
Menurut Pdt Musa, konsep Provinsi Luwu–Toraja memiliki nilai strategis karena menggabungkan kekuatan budaya Toraja yang dikenal secara global dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi Luwu.
| DPRD Toraja Utara Dukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Siap Tinggalkan Sulsel |
|
|---|
| Penyatuan Luwu Raya-Toraja Poros Baru Kekuatan Ekonomi Sulawesi |
|
|---|
| Datu Luwu Keluarkan Imbauan, Blokade Jalan Trans Sulawesi Mulai Dibuka |
|
|---|
| Blokade Jalan Poros Palopo-Makassar Akhirnya Dibuka Pendemo |
|
|---|
| Di Palopo, Ada Spanduk Selamat Datang di Provinsi Luwu Raya |
|
|---|