Selasa, 14 April 2026

Muridnya Tidak Ikut UAS, Bripka Gerson Tolan: Biasanya Ada Yang Jemput

Karena merupakan sekolah jauh dari SD Bala Keselamatan, maka mereka harus mengikuti UAS di sekolah induk yang berada di Bamba Apu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Muridnya Tidak Ikut UAS, Bripka Gerson Tolan: Biasanya Ada Yang Jemput
Ist/dok Gerson Tolan
Bripka Gerson Tolan mendampingi anak-anak Desa Pakava, Kecamaan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, belajar dengan fasilitas seadanya. 

TRIBUNTORAJA.COM, Mamuju- Selain keterbatasan sarana dan anggaran, pendidikan di Desa Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, juga menemui kendala lain.

Letaknya yang jauh dari pusat kecamatan membuat pendidikan anak-anak ini "terabaikan". Tidak ada sekolah resmi di daerah tersebut.

Sebenarnya ada kelas jauh dari Sekolah Dasar (SD) Bala Keselamatan (BK) Bamba Apu, bagian dari Yayasan Bala Keselamatan Indonesia yang berpusat di Bandung. Namun, sangat disayangkan karena proses belajar mengajar yang tidak maksimal, tidak ada tenaga pengajar.

Karena itu, Bripka Gerson Tolan, anggota Polsek Pasangkayu yang saat ini bertugas sebagai Babinkamtibmas di Desa Pakava, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, berinisiatif membangkitkan semangat belajar kepada anak-anak.

Pemuda asal Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pun turun tangan mengajar dibantu tiga tenaga pengajar yang merupakan warga lokal tamatan SMA.

"Minimal mereka bisa membaca, menulis, dan menghitung," ucap Gerson.

Nah, hal yang menyayat hati Gerson saat beberapa anak didiknya gagal mengikuti Ujian Akhir Semenster (UAS) beberapa waktu lalu.

Karena merupakan sekolah jauh dari SD Bala Keselamatan, maka mereka harus mengikuti UAS di sekolah induk yang berada di Bamba Apu.

Dari Desa Pakava ke Bamba Apu jaraknya sangat jauh dan melewat medan berat. Harus melewati dua sungai besar. Selain itu, akses jalan juga belum mulus.

Gerson bercerita anak-anak di Desa Pakava seharusnya bisa mengikuti UAS (Ujian Akhir Semester) di Sekolah Induk SD BK Bamba Apu. Tapi, terkendala jarak, mereka batal karena tidak bisa ke sana.

“Saya bingung juga bagaimana anak-anak mau ke sana. Sedangkan untuk ke sana mereka bahkan harus lewati dua sungai. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa ada Guru dari SD BK yang jemput anak-anak untuk ikut UAS, supaya bisa damping mereka juga selama di sana,” ucap Gerson getir.

Karena jarak yang jauh, selama mengikuti UAS, anak-anak dari Desa Pakava menginap di Bamba Apu.

"Kalau saya yang antar, bagaimana caranya saya hanya punya motor dinas. Lagipula, saya juga harus keliling di beberapa desa wilayah operasional," ucapnya.

Ia berharap agar ada kebijakan khusus untuk anak didiknya  ini terkait UAS.

Gerson berharap, kondisi ini bisa segera diperhatikan oleh orang-orang baik, khususnya di sekitar wilayah tempatnya bertugas, agar kebutuhan anak-anak dan pengajar bisa terpenuhi.

"Tidak hanya pendidikan, tapi juga kesehatan. Mereka sangat membutuhkan perhatian dan uluran kasih dari kita," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved