Rabu, 8 April 2026

Ini Isi Maklumat Rektor Unhas Yang Tuai Kontroversi, Alumni Bereaksi Keras

Maklumat ini dikeluarkan sebagai reaksi atas aksi yang sebelumnya dilakukan 15 profesor bersama dosen yang tergabung dalam Forum Guru Besar dan Dosen.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Ini Isi Maklumat Rektor Unhas Yang Tuai Kontroversi, Alumni Bereaksi Keras
dok Unhas
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa MSc 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Rektor Univeristas Hasanuddin, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, Jumat (2/2/2024), mengeluarkan Maklumat Rektor dengan Nomor: 05426/UN4.1./HK.05/2024.

Maklumat ini dikeluarkan sebagai reaksi atas aksi yang sebelumnya dilakukan 15 profesor bersama dosen yang tergabung dalam Forum Guru Besar dan Dosen.

Guru besar Unhas  ramai-ramai menyampaikan kritik pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kritik disampaikan para guru besar tersebut melalui mimbar bebas Unhas, Jumat (2/2/2024) kemarin.

Mimbar bebas profesor Unhas itu bertema "Menyelamatkan Demokrasi".

Guru besar dan dosen yang teribat dalam aksi ini seperti Prof Dr Triyatni Martosenjoyo, Prof Dr Amran Razak, Prof Dr Aidir Amin Daud MH, Prof Dr drg A Arsunan Arsin, Prof Tasrif Surungan, Dr Hasrullah, dan lainya.

Mereka sepakat menjelaskan bahwa universitas itu bukan "Menara Gading Ilmu" saja.

Berikut isi Maklumat Rektor Nomor: 05426/UN4.1./HK.05/2024:

Menyimak kontestasi politik yang semakin panas dengan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan, terutama debat dan pertentangan mengenai pilihan calon presiden.

Maka saya selaku Rektor Unhas menyampaikan secara tegas kepada semua sivitas akademika di lingkungan Universitas Hasanuddin agar:

1. Harus aktif menjaga situasi dan kondisi termasuk ikut memperbaiki suasana perbincangan agar tidak mengarah ke hal-hal yang provokatif dan intimidatif.

2. Kebebasan berpendapat kita hargai dan junjung tinggi sebagai amanat konstitusi, tapi pilihan politik yang beragam juga harus dihormati dan dihargai.

3. Meskipun terdapat perbedaan pilihan dan preferensi calon presiden, saya ingatkan untuk tidak melakukan kampanye hitam terhadap calon presiden yang tidak disukai.

Hindari menyebarkan informasi hoax dan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya dan tidak diketahui sumbernya.

4. Mari kita menjaga atmosfir akademik yang sehat dalam bingkai kebebasan mimbar akademik yang bertanggung jawab.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved