Selasa, 7 April 2026

Pilpres 2024

Waduh, Beras Bulog untuk Bansos Pakai Stiker Prabowo-Gibran

Sehingga program stabilisasi harga beras dapat terlaksana secara masif dalam rangka menjaga stabilitas

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Waduh, Beras Bulog untuk Bansos Pakai Stiker Prabowo-Gibran
tribunnews
Bulog untuk bantuan sosial (bansos) bergambar pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo-Gibran. 

TRIBUNTORAJA.COM -  Publik menyoroti beredarnya beras Bulog untuk bantuan sosial (bansos) bergambar pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

Kapten Timnas AMIN (Anies-Muhaimin), Muhammad Syaugi Alaydrus, kemudian merespon soal beredarnya beras bulog untuk bantuan sosial (bansos) yang ditempeli stiker pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo-Gibran.

Syaugi menyebut masyarakat bisa menilai sendiri. Sebab bansos menggunakan anggaran negara.

"Itu masyarakat yang menilai lah, kami enggak usah ditanyakan begitu," kata Syaugi di Markas Pemenangan Timnas AMIN, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).

"Masyarakat bisa menilai, melihat bansos itu adalah kewajiban negara bukan paslon ya," imbuhnya.

Di sisi lain, Syaugi mengungkapkan program AMIN terkait bansos.

Dia menyebut jika pasangan AMIN menang pilpres 2024, bansos akan ditingkatkan dan diperluas penerimanya.

"Yang jelas bansos kalau pak Anies jadi akan ditingkatkan dan diluaskan," pungkas dia.

Beras dari Bulog dan Badan Pangan Nasional yang ditempeli stiker pasangan calon Prabowo-Gibran tersebar di media sosial beberapa hari terakhir.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, membantah jika beras bergambar Prabowo-Gibran itu dari bulog.

Bayu memastikan, semua beras ketika saat masih di dalam gudang hingga terdistribusi ke retail, tidak ada stiker apapun.

Dia menegaskan, beras bansos dan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) merupakan program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional yang dilaksanakan oleh Bulog dalam rangka menjaga stabilitas harga beras.

Dalam pendistribusian beras SPHP, lanjut Bayu, Bulog bekerjasama dengan berbagai jaringan distributor hingga ke retail modern agar masyarakat mudah untuk mengakses beras tersebut.

Sehingga program stabilisasi harga beras dapat terlaksana secara masif dalam rangka menjaga stabilitas harga beras.

"Menyikapi isu oknum yang menempelkan karung beras SPHP dengan atribut lain, maka ditegaskan Bulog mengemas dan mendistribusikan beras SPHP tanpa atribut apapun," ungkap Bayu dalam pernyataannya kepada Tribunnews, Sabtu (27/1/2024).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved