Kamis, 9 April 2026

Pilpres 2024

Nasdem Tantang PDIP Keluar dari Kabinet Jokowi

Konflik ini mencuat setelah PDI-P yang mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD harus berhadapan dengan Prabowo Subianto-Gibran

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Nasdem Tantang PDIP Keluar dari Kabinet Jokowi
Kompas.com
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali 

TRIBUNTORAJA.COM - Partai Nasdem menanggapi dingin ajakan PDIP untuk bersama-sama melawan tekanan penguasa jelang Pilpres 2024.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menantang PDI-P untuk keluar dari Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Tantangan itu seiring konflik yang kian meruncing antara PDI-P dengan Presiden Joko Widodo.

Konflik ini mencuat setelah PDI-P yang mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD harus berhadapan dengan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024.

Gibran adalah putra Jokowi sehingga dipastikan pasangan Prabowo-Gibran akan didukung oleh presiden.

Tantangan ini disampaikan Ali seraya membantah Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto yang mengklaim membangun komunikasi dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar soal tekanan yang dialami dari aparat negara jelang kampanye.

"Sekarang pertanyaannya begini. Pertanyaan yang sama: mengapa Mas Hasto masih bertahan di koalisi pemerintah kemudian menyerang pemerintah hari ini?" ujar Ali kepada Kompas.com via telepon, Minggu (19/11/2023).

Ia menyinggung bagaimana dulu PDI-P menyuruh Nasdem keluar dari Koalisi Indonesia Maju gara-gara mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden dan mengusung narasi perubahan.

PDI-P saat itu berulang kali menilai menteri-menteri yang berasal dari Nasdem patut dievaluasi kinerjanya.

"Ketika kami mencalonkan Anies kami langsung disuruh keluar dari koalisi," ujar Ali.

"Makanya kalau kawan-kawan di PDI-P sudah tidak merasa nyaman lagi dengan situasi hari ini sebaiknya menyatakan keluar dari pemerintahan. Fair dong, ya kan," ucapnya.

Keengganan PDI-P angkat kaki dari koalisi sebelumnya sudah diutarakan Hasto.

Hasto menegaskan hal itu setelah memastikan bahwa PDI-P memiliki sikap politik yang berbeda dengan Presiden Jokowi pada Pemilu 2024.

"Itu memang komitmen dari PDI-P. Meskipun beliau sudah berubah, tapi tugas PDI-P untuk bangsa dan negara tetap dikedepankan, sehingga kami mengawal Jokowi-Ma'ruf Amin satu kesatuan sampai menyelesaikan tugas pada akhir jabatannya," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (5/11/2023).

Mendapat Tekanan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved