Adat Toraja
Kandean Dulang, Nama, Sejarah, dan Makna Ikon Toraja Utara
Pada dasarnya, kandean berarti piring, sedangkan Dulang berasal dari kata Dolong memiliki arti tempat lauk pauk dan sayur.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kandean-dulang-2812023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Di titik pertemuan Jl Ahmad Yani, Jl Andi Mapanyukki, daan Jl Diponegoro, Rantepao, terdapat tugu ikonik dari Kabupaten Toraja Utara.
Ikon yang terletak di bundaran ibukota kabupaten tersebut bernama Kandean Dulang.
Tugu Kandean dulang menjadi bagian dari landmark Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.
Tugu yang berbetuk cawan dengan miniatur Tongkonan ini merupakan Titik Nol Kilometer ibukota kabupaten yang lepas dari Tana Toraja pada tahun 2008.
Toraja Utara dimekarkan berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2008.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2022, Kabupaten yang mekar pada tahun 2008 ini memiliki penduduk sebanyak 270.984 jiwa dengan kepadatan 132 jiwa per kilometer persegi.
Kembali ke Kandean Dulang.
Pada dasarnya, kandean berarti piring, sedangkan Dulang berasal dari kata Dolong memiliki arti tempat lauk pauk dan sayur.
Kandean Dulang merupakan alat makan tradisional suku Toraja yang bersifat eksklusif.
Hal ini dikarenakan Kandean Dulang dibuat sesuai jumlah anggota keluarga, tidak dibuat dalam jumlah banyak dan tidak diperdagangkan.
Kandean yang memiliki kaki tinggi disebut Kandean Langka’, kandean yang berkaki rendah disebut kandean Resso’, sedangkan Dikanukui adalah jenis Kandean dengan kaki terendah.