Harga Kerbau Toraja
Jelang HUT ke-80 RI, Harga Kerbau di Pasar Hewan Toraja Utara Turun
Menurut pedagang, karena kurang permintaan akibat minimnya pesta adat, harga kerbau bisa turun sekitar Rp 1 juta per ekor.
Penulis: Lilianti Ariyani Saalino | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/16082025_Kerbau.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Harga kerbau di Pasar Hewan Toraja Utara mengalami penurunan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Penurunan ini terjadi hampir di semua jenis kerbau, termasuk kerbau jenis Bonga.
Seorang pedagang kerbau bernama Lembang menjelaskan bahwa penurunan harga terjadi karena kurangnya acara adat atau pesta.
"Turun karena tidak ada pesta. Saat minim pesta, maka harganya (kerbau) juga turun karena kurang permintaan," ucapnya kepada Tribun Toraja, Sabtu (16/8/2025).
Ia mencontohkan, pada bulan Juli lalu, harga kerbau jenis Bonga bisa mencapai Rp 200 juta ke atas.
Nah, saat ini, di mana jelang perayaan HUT RI, harga kerbau jenis ini mulai turun di bawah Rp 200 juta.
Tak hanya kerbau bonga, jenis kerbau lainnya juga mengalami penurunan harga meskipun selisihnya tidak terlalu besar.
Menurut Lembang, harga kerbau bisa turun sekitar Rp 1 juta per ekor.
Meskipun saat ini harga sedang turun, Lembang memperkirakan harga kerbau akan kembali naik pada bulan September 2025 hingga Januari 2026.
Hal ini dikarenakan pelaksanaan banyak pesta dan acara adat pada bulan-bulan tersebut.
Harga Sewa Petak
Turunnya harga kerbau ini berbanding terbalik dengan harga sewa tempat di pasar hewan yang justru mengalami kenaikan.
Para pedagang kini harus membayar Rp 1.400 rupiah per petak dari sebelumnya hanya Rp 1.200 rupiah.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan biaya sewa tempat ini terjadi sejak empat hari yang lalu.
Namun, dirinya mengaku belum mengetahui pasti apa penyebab kenaikan tersebut.