HUT 80 RI

Bakal Ada Reshuffle Kabinet usai Perayaan HUT ke-80 RI? Ini Kata Istana

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan reshuffle kabinet hanya akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
Tribun/ Lendy Ramadhan
RESHUFFLE KABINET -- Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan reshuffle kabinet hanya akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengamat menilai reshuffle kemungkinan baru terjadi 2026. 

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA – Isu reshuffle kabinet kembali mencuat jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Spekulasi berkembang bahwa Presiden Prabowo Subianto akan merombak jajaran menterinya setelah peringatan kenegaraan tersebut.

Namun, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengingatkan publik dan media agar tidak terjebak dalam dugaan tanpa dasar.

 

 

“Soal reshuffle ini tiap minggu muncul pertanyaan reshuffle walaupun juga sudah dijawab beberapa kali, jadi tugas para pembantu presiden adalah menjalankan perintah presiden untuk menjalankan amanah-amanah yang diberikan oleh presiden, bukan berspekulasi,” ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (14/8/2025).

Ia menekankan bahwa fokus utama para menteri adalah bekerja sesuai instruksi presiden, bukan menebak arah kebijakan politik.

“Itu yang dikerjakan oleh para pembantu presiden termasuk di Kantor Komunikasi Kepresidenan,” tambahnya.

 

Baca juga: Dituntut Mundur oleh Warga, Bupati Pati: Saya Dipilih Rakyat!

 

Hasan juga menegaskan bahwa pengumuman reshuffle hanya akan datang langsung dari Presiden Prabowo.

“Jadi selama tidak diumumkan oleh presiden, tentu kita tidak perlu berspekulasi untuk itu, mari kita fokus saja bekerja menjalankan perintah-perintah dari presiden dan menjalankan program-program pemerintahan. Kalaupun itu ada nanti, ya kita kan tahu begitu diumumkan oleh presiden.”

Sementara itu, pengamat politik Ray Rangkuti menilai peluang perombakan kabinet tahun ini sangat kecil.

 

Baca juga: Yuk, Daftar Fun Bike Bawaslu Toraja Utara

 

“Sampai tahun 2025, saya kira tidak akan ada reshuffle. Kalaupun ada reshuffle, mungkin itu akan dilakukan tahun 2026 ke sana,” ujar Ray dalam dialog Kompas Petang KompasTV pada 7 Agustus 2025.

Menurut Ray, Presiden Prabowo cenderung menghindari potensi kegaduhan politik yang biasanya muncul dari reshuffle.

“Lagi-lagi alasannya karena Pak Prabowo sedang tidak ingin membangun keributan politik. Bagaimanapun reshuffle itu sedikit banyak akan menimbulkan keriuhan politik. Oleh karena itulah, Pak Prabowo nampaknya akan menahan diri dulu karena kita sedang berhadapan dengan begitu banyak persoalan yang dihadapi.”

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved