HUT RI
Kejar Cuan Kemerdekaan, Pemuda Asal Garut Jabar Jual Bendera di Toraja Utara
Di akhir Juli belum terlalu ramai pembeli dan biasanya akan ramai saat memasuki Agustus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/29072025_jual_bendera.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, Rantepao - Semarak hari Kemerdekaan mulai terasa di Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel.
Jelang HUT Kemerdekaan, yang diperingati tiap 18 Agustus, penjual bendera dan pernak pernik kemerdekaan mulai meramaikan sejumlah titik di Kota Rantepao.
Baca juga: Pasang Bendera Merah Putih, Eks Pemain Liga Inggris Jairo Riedewald Ingin Bela Timnas Indonesia?
Para pedagang musiman ini berharap cuan dari jualan bendera di momen Kemerdekan.
Mereka datang dari berbagai daerah di Sulsel, bahkan ada yang dari Pulau Jawa.
Salah satunya adalah Asep (20), pemuda asal Garut, Jawa Barat.
Ia jualan di depann Rumah Sakit Elim Rantepao.
Asep datang ke Toraja setiap tahun menjelang 17 Agustus.
Untuk tahun ini, Asep tak sendiri datang ke Toraja, Ia datang bersama lima rekannya dari Garut untuk menjajakan dagangan mereka di Toraja Utara.
Asep menjual berbagai jenis bendera, dari ukuran kecil- yang biasa dipasang di sepeda motor -hingga bendera besar untuk tiang rumah atau kantor (background).
Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 5.000 - Rp 350 ribu.
"Paling murah lima ribu, yang paling mahal tiga ratus lima puluh ribu, tergantung ukuran dan kainnya," ucap Asep saat ditemui di lokasinya berjualan, Selasa (29/7/2025).
Baca juga: Jadwal Rambu Solo di Toraja Utara Untuk Ne Ulia, 19 Juli-9 Agustus 2025
Baca juga: Mutasi Pejabat, Bupati Toraja Utara: Proses Perekrutan Profesional Tanpa Balas Dendam
Asep mengakui baru beberapa hari membuka lapaknya. Saat ini dagangannya belum terlalu ramai pembeli.
Menurutnya, kondisi seperti ini memang biasa terjadi di akhir Juli. Biasanya, memasuki Agustus, pembeli mulai ramai.
Dalam sehari, omzet yang ia dapat bervariasi, tergantung ramai tidaknya pembeli.
Saat sepi, Asep bisa mendapatkan sekitar Rp 300 ribu.
Namun saat ramai, bisa mencapai 1 juta.
Setiap hari, Asep mulai membuka lapaknya pukul 07.00 Wita dan menutup sekitar pukul 17.00 Wita.