Rabu, 10 Juni 2026

Terkuak, Ini Penyebab Kematian Diplomat Muda Arya Daru

Kepolisian juga menemukan bahwa sebelum dililit lakban, kepala Arya Daru ditutupi plastik.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Terkuak, Ini Penyebab Kematian Diplomat Muda Arya Daru
tribunnews
Arya Daru Pangayunan semasa hidup 

TRIBUNTORAJA.COM - Misteri kematian tragis diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39) perlahan mulai terkuak.

Penyelidikan kini menemui titik terang. 

Polda Metro Jaya menyatakan telah mengantongi hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang menjadi kunci dalam mengungkap penyebab meninggalnya Arya.

Dplomat Arya Daru ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jakarta pada Selasa (8/7/2025) lalu.

Saat ditemukan, Arya dalam kondisi mengenaskan. 

"Korban ditemukan dalam keadaan wajah tertutup plastik, dililit lakban berwarna kuning, dan tertutup selimut di tempat tidur," kata Kabid

Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Ia hanya mengenakan kaos dan celana pendek di atas tempat tidur.

Polisi pun sudah meneliti sejumlah CCTV dari sekitar lokasi kejadian.

Dari rekaman itu, petugas mengamati aktivitas Arya Daru sebelum ditemukan meninggal.

Kepolisian juga menemukan bahwa sebelum dililit lakban, kepala Arya Daru ditutupi plastik.

Ade Ary mengungkapkan bahwa temuan tersebut menjadi dasar dalam menelusuri penyebab kematian. 

Hasil penyelidikan forensik mengonfirmasi bahwa Arya Daru meninggal akibat kehabisan napas. 

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Arief Wicaksono, turut membenarkan hal tersebut.

"Korban meninggal karena asfiksia atau kehabisan napas. Sebelum wajahnya dililit lakban, kepala korban terlebih dahulu ditutupi plastik,"

ujar Arief dalam tayangan Kompas TV, Jumat (25/7/2025).

Ponsel Korban Hilang

Meski penyebab kematian telah terungkap, pihak kepolisian masih belum mengumumkan motif di balik kematian Arya. 

Kompolnas menyatakan bahwa hal tersebut merupakan ranah penyidikan dan menyangkut privasi keluarga.

"Motif belum kami buka ke publik karena menyangkut privasi korban dan keluarga. Biarlah penyidik Polda Metro Jaya yang menyampaikan nanti," kata Arief.

Satu hal yang masih menjadi misteri adalah hilangnya ponsel milik Arya. 

Menurut Arief, ponsel terakhir kali digunakan Arya untuk menghubungi istrinya sekitar pukul 21.00 WIB pada Senin (7/7/2025), saat ia berada di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

“Setelah telepon terakhir dengan keluarganya di Yogyakarta, sekitar pukul 21.00 WIB, ponsel korban mendadak tidak aktif. Saat tim penyidik datang ke tempat kos, ponsel tidak ditemukan,” ujarnya.

Pelacakan Digital

Polda Metro Jaya saat ini terus menelusuri keberadaan ponsel Arya dengan bantuan digital forensik. Fokus penyelidikan difokuskan pada tiga lokasi: tempat kerja korban, Grand Indonesia, dan kamar kos.

"Sudah dicocokkan antara rekaman CCTV dan sinyal ponsel melalui sistem mobile. Terakhir aktif pada 7 Juli 2025 pukul 21.00 WIB, setelah itu handphone off dan hingga kini belum ditemukan," terang Arief.

Rekaman CCTV Arya ke Rooftop

Malam sebelum ditemukan tewas, Arya Daru terekam CCTV sempat naik ke rooftop kantornya selama satu jam. 

Fakta ini diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers pada Kamis (24/7/2025). 

Dikatakan Ade, Arya Daru naik ke rooftop 43 menit setelah berkomunikasi terakhir dengan istrinya. 

"Diduga tanggal 7 Juli 2025 pukul 21.43 sampai pukul 23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit diduga korban berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu," kata Kombes Pol Ade Ary Syam di Polda Metro Jaya, dikutip dari Kompas.com. 

Saat naik ke rooftop, Arya Daru tampak membawa barang bawaan.

"Kemudian didapatkan fakta bahwa berdasarkan pengamatan CCTV, awalnya korban naik membawa tas gendong dan tas belanja," tambah Kombes Pol Ade Ary. 

Namun saat turun dari rooftop, tas ransel dan kantong belanja yang sempat ia bawa, ditinggalkan.

Saat ini tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta lainnya untuk mengungkap penyebab kematian Arya Daru.

"Inilah fakta yang ditemukan. Ini masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta-fakta nanti kesesuaian apa yang dilakukan korban di sana dan lain sebagainya," ujar Ade Ary.

Isi tas yang dibawa Arya Daru

Ade Ary menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan bukti-bukti lain terkait kasus kematian Arya Daru.

Ia belum bisa mengungkap secara pasti kegiatan sang diplomat selama berada di rooftop, termasuk isi tas dan kantong belanja yang ditinggalkan.

"Kami masih menelusuri dan mencocokkan semua bukti yang ada. Pembuktian harus lengkap dan menyeluruh," ujar dia.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar, kantong belanja yang dibawa Arya Daru berisi barang dari toko pakaian.

Diduga isi kantong itu merupakan barang belanjaannya yang dibeli di Grand Indonesia.

Belum ada informasi yang beredar terkait isi tas ransel Arya Daru.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan berbasis scientific crime investigation untuk mengungkap kasus ini.

Simbol Pembungkaman

Menurut Psikolog Zoya Amirin, lakban berwarna kuning yang terlilit di wajah Arya Daru merupakan suatu simbol pembungkaman.

Jasad Arya Daru ditemukan di kamar kos di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025).

Jasadnya ditemukan dalam kondisi yang janggal, yakni kepala terlilit lakban warna kuning.

Namun setelah diselidiki, ternyata kepala Arya Daru tak hanya dililit lakban, tapi juga dilapisi dengan plastik fotocopy.

"Muka ada lakban kuning. Di dalam lakban kuning ada sedikit plastik seperti kayak kita abis fotocopy, plastik yang buram-buram gitu," katanya.

Dugaan senada disampaikan Psikolog Zoya Amirin. 

Ia menduga bahwa lakban kuning tersebut menjadi simbol kematian dari kasus diplomat Arya Daru.

"Rencana pembunuhan ada bentuk pembukaman, salah satunya bukan hanya melakban mulut, tapi seluruhnya. Artinya jangan mengatakan sesuatu, apapun yang kamu lihat kamu tidak bisa melihatnya lagi," kata Zoya.

Ia menduga, lilitan lakban kuning itu menjadi pesan tersendiri.

"Saya lihat bentuk pengelilingan itu kalau kami melihat lebih seperti pembungkaman. Membungkan si korban untuk tidak mengatakan sesuatu," katanya.

"Pemilihan warna kuning ini bukan lakban yang biasa dijual di minimarket yang sangat mudah, ini harus dipesan di online," kata Zoya.

Menurut Zoya, lakban kuning tersebut umum di bidang industrial.

Sedangkan yang biasa dijual di warung atau minimarket adalah lakban cokelat dan hitam.

"Warna kuning kan industrial, sangat tebal," katanya.

Informasi beredar lakban kuning diduga dibeli sendiri oleh Arya Daru Pangayunan.

Ia diduga membelinya di sebuah toko di Yogyakarta.

Kakak ipar, Meta Bagus menceritakan terakhir bertemu Daru di Bantul, Yogyakarta pada 5 Juli 2025. 

Sedangkan Daru ditemukan tak bernyawa dalam kamar kos di Gondia International Guesthouse, Gondangdia, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025.

Terakhir bertemu Daru menumpahkan cerita pada Meta.

Selain tentang persiapan pindah ke Finlandia untuk bertugas sebagai diplomat, rupanya Daru juga sedang menyusun rencana liburan.

"Minggu depan katanya mau pada main ke Borobudur. Mungkin mau lihat-lihat. Ada acara apa atau mau jalan-jalan sama anak-anaknya, karena Daru kan mau persiapan untuk tugas barunya," kata Meta Bagus.

Meta Bagus merupakan kakak dari Meta Ayu Puspitantri, istri dari Arya Daru Pangayunan. Mereka tinggal di Jalan Munggur, Jomblang, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Sumber: Tribunbogor/kompas.com/tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Penyebab Tewasnya Pegawai Kemlu Arya Daru Kehabisan Napas, Terkuak Fakta CCTV dan Percakapan Telepon

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved