Selasa, 14 April 2026

Pencurian di Gereja

Ini Kendala Kasus Pencurian di Gereja Belum Terungkap Pelakunya

AKBP Budi meminta peran serta masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan serta keamanan.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Ini Kendala Kasus Pencurian di Gereja Belum Terungkap Pelakunya
ist
PENCURIAN DI GEREJA - Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, saat berdiskusi dengan pengurus LDII Kabupaten Tana Toraja, Kamis (22/5/2025). Kapolres mengungkapkan kasus pencurian pada sejumlah gereja di Toraja sulit diungkap. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Dalam dua bulan terakhir ini, sejumlah gereja di Toraja, baik Toraja Utara maupun Tana Toraja, mendapat teror pencurian.

Total sudah ada 9 kasus pencurian di rumah ibadah, semuanya gereja, di Toraja. Khusus di Tana Toraja, ada 5 kasus pencurian di gereja.

Warga pun ramai mempertanyakan kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Apalagi, belum ada satupun dari kasus itu yang terungkap, siapa dalang dibalik rentetan pencurian ini.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, mengungkap bahwa kasus pencurian pada sejumlah gereja di Toraja ini terbilang kejadian A2.

Data A2 itu artinya informasi yang belum dapat ditindaklanjuti ke tahap penyidikan dan belum pasti mengungkapkan suatu perkara karena kurangnya bukti valid.

Apalagi, tidak ada bukti konkret di lapangan, termasuk bukti tanyagan CCTV baik dalam gedung maupun di area sekitar lokasi.

"Saat mendapatkan laporan, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan olah TKP, melakukan penelitian dan penyidikan, serta meminta keterangan saksi," ucapnya.

"Lantas,  kenapa belum tertungkap motif, modus, dan pelakukanya? Ini memang menjadi tantangan bagi kami, karena dalam kasus ini tidak ada saksi yang melihat peristiwa itu, atau mengetahui, atau  melihat, atau mendengar pencurian," katanya.

"Pencurian baru diketahui saat pagi atau siang hari, saat saksi melihat tempat ibadah sudah bobol disertai hilangnya sejumlah barang. Ini menjadi kesulitan penyidik," ucapnya. 

Karena itu, AKBP Budi meminta peran serta masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan serta keamanan.

Jika memungkinkan, pasang CCTV.

Kapolres juga mengatakan bahwa akan meminta personil Bhabinkabtibmas akan melakukan patrol dan koordinasi dengan pengurus rumah ibadah agar membentuk tim keamanan di lingkungan sekitarnya.

"Kita tahu gereja di Toraja tersebar sementara personil kami terbatas. Karena itu, kami minta sinergitas masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan sehingga tidak ada lagi kasus pembobolan ini," katanya.

"Kami juga mengusulkan ke Pemda untuk sama-sama duduk bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik supaya mencegah kejahatan ini terjadi lagi,' tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved