Jumat, 1 Mei 2026

Masjid Raya Makale Sembelih Hewan Kurban 17 Sapi dan 2 Kambing, Berbagi ke Muslim di Pelosok

Daging kurban ini tidak hanya untuk jamaah Masjid Raya Makale, tapi juga akan didistribusikan ke masjid-masjid di pelosok.

Tayang:
Penulis: Apriani Landa | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Masjid Raya Makale Sembelih Hewan Kurban 17 Sapi dan 2 Kambing, Berbagi ke Muslim di Pelosok
TribunToraja/Apriani
KURBAN - Panitia kurban Yayasan Masjid Raya Makale bersiap untuk melakukan penyembelihan hewan kurban, Jumat (6/6/2025) pagi. Yayasan Masjid Raya Makale menyembelih 17 ekor sapi dan 2 kambing pada iduladha tahun 2025 ini. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Masjid Raya Makale menerima 17 ekor sapi dan 2 kambing untuk disembelih pada Iduladha 1446 Hijriah tahun 2025.

Jumlah tersebut mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Dimana, pada iduladha tahun 2024, Yayasan Masjid Raya Makale menyembelih 10 ekor sapi dan 4 kambing.

Daging kurban ini nantinya akan disebar ke 400 jemaah yang membutuhkan, sesuai dengan kupon yang telah diedarkan.

Ketua Panitia Kurban Yayasan Masjid Raya Makale, Irwan Darwis menyebutkan, selain memberikan 400 kupon kepada jamaah masjid, pihaknya juga memberikan 100 kupon kepada Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMU).

"Ya, kami ada kerja sama dengan LazisMU," kata Irwan.

Irwan mengatakan, hewan kurban ini  berasal dari jamaah yang patungan maupun perorangan/keluarga. 

"Ada juga dari masyarakat dan diaspora hingga pekerja yang tinggal di Tana Toraja yang mempercayakan kurbannya di sini," ucap Irwan.

Daging kurban ini tidak hanya untuk jamaah Masjid Raya Makale, tapi juga akan didistribusikan ke masjid-masjid di pelosok.

"Sebagian daging kurban kita bagikan ke saudara muslim di kampung-kampung seperti ke Bittuang, Uluwai, Sangalla, dan lainnya yang masjidnya tidak ada kurban," ungkap Irwan.

Gunakan Alat Khusus

Irwan mengatakan, pemotongan kurban tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan menggunakan alat pemotongan yang dirancang khusus.

Di mana, hewan akan ditambatkan pada alat dan diikat sedemikian rupa sehingga tidak bisa lagi berontak saat prosesi penyembelihan.

Irwan Darwis mengatakan ini, guna mengefektifkan jalannya penyembelihan hewan kurban sekaligus menghemat tenaga.

Alat ini diapakai pertama kali pada Iduladha tahun lalu dan terbukti efektif.

"Keuntungan dari pakai alat ini, tidak perlu lagi banyak tenaga untuk memegang hewan kurban. Ini lebih efektif dan lebih cepat lagi karena ini sistem ikat langsung,” ujar Irwan

"Alat pemotongan kurban tersebut terinspirasi oleh masjid-masjid Jogokariyan di Yogyakarta," kata Irwan Darwis.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved