PSM Makassar vs Maluku United Tanpa Target Namun Jadi Laga Harga Diri
Dipermalukan 0-1 dari Bali United di Stadion BJ Habibie dan kalah 1-3 dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Bek-PSM-Makassar-Syahrul-Lasinari-saat-membobol-gawang-k9.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - PSM Makassar dan Malut United akan bertemu di pekan 32 Liga 1 2024/2025.
Laga digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulsel, Sabtu (10/5/25) pukul 16.30 Wita.
Pertandingan ini bisa dikatakan tanpa target karena peluang PSM Makassar dan Malut United untuk menjadi kampiun Liga 1 musim ini telah tertutup.
Persib Bandung resmi menjadi juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kemudian PSM Makassar serta Malut United juga telah lolos dari degradasi.
Meski begitu, pertemuan kedua tim menjadi pertarungan harga diri.
PSM Makassar berusaha bangkit dari keterpurukan di hadapan suporternya.
Pasalnya, empat laga terakhir tim Juku Eja tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Mereka gugur di semifinal ASEAN Club Championship 2024/2025.
Kalah 2-0 dari Cong A Ha Noi (CAHN) FC di leg kedua, sehingga agregat gol akhir 2-1.
Di Liga 1 PSM Makassar seri 1-1 saat melawat ke markas Borneo FC di Stadion Segiri.
Dipermalukan 0-1 dari Bali United di Stadion BJ Habibie dan kalah 1-3 dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Akibatnya, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini bertengger di peringkat 10 dengan 44 poin.
Di lain sisi, Malut United tampil garang di putaran kedua. Laskar Kie Raha tak tersentuh kekalahan di 13 laga beruntun.
Malut United kini di urutan empat dengan 53 poin. Anak asuh Imran Nahumarury meramaikan satu tiket bermain di kompetisi internasional musim mendatang.
“Secara klasemen tidak mungkin juara, juga bebas degradasi. Di sini (pertandingan PSM Makassar vs Malut United) bukan berapa skor, tapi harga diri harus dipertahankan,” ungkap pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (6/5/25).
Menurut Syamsuddin Umar, PSM Makassar mempunya prestise dengan bermain di kandang.
Namun, anak asuh Bernardo Tavares dituntut berbenah. Banyak lubang harus ditambal melihat hasil empat laga terakhir tanpa kemenangan.
Ia membeberkan, kekalahan dialami Pasukan Ramang tak lepas dari ketidakkonsistenan dalam menyerang, bertahan dan transisi.
PSM Makassar kadang bermain dengan tiga bek tengah, kalau ini dipakai maka akan menjadi lima pemain dengan mundurnya winger membantu pertahanan. Akibatnya lini tengah kekurangan pemain.
Kadang pula bermain dengan dua bek tengah, sehingga menjadi empat dengan bek sayap.
Dengan pola ini, lapangan tengah kuat karena jumlah pemain banyak.
Ketidakkonsistenan ini, membuat permainan PSM Makassar amburadul.
“Tidak ada zona tertentu di mana delay, di mana pressure, di mana bertahan. Itu tidak kelihatan,” beber pelatih yang bawa PSM Makassar juara Ligina 1999/2000.
Syamsuddin Umar menyarankan, PSM Makassar mengoreksi kekurangan ini selama masa persiapan melawan Malut United.
Sekaligus mematangkan taktik menghadapi kompetisi musim mendatang.
“Ke depannya lawan Malut United bagaimana mengoreksi itu dan benahi tim untuk kompetisi mendatang,” tandas mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia ini.(kaswadi)
| Kompetisi Sisakan 9 Laga, Bek Andalan PSM Dikabarkan Susul Tavares ke Persebaya |
|
|---|
| Pertandingan Berakhir, PSM Makassar Kalah Lagi |
|
|---|
| Golllllllll, Persebaya Robek Jala Gawang PSM di Menit 26 |
|
|---|
| Kalah di Dua Laga Terakhir, Pelatih PSM: Saatnya Angkat Kembali Kapal Pinisi ke Permukaan |
|
|---|
| Pelatih Malut United Tekankan Konsistensi Jelang Duel Kontra PSM Makassar di Parepare |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.