Tekno
Bos Apple Janji Harga iPhone Tetap Stabil Meski 'Dihajar' Tarif Impor AS-China
Selain itu, Apple kini gencar mendiversifikasi lini produksinya dengan memindahkan sebagian kegiatan manufaktur ke luar China.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/03043035_iPhone_16_Pro.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Di tengah memanasnya tensi dagang antara Amerika Serikat dan China, CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa harga iPhone tidak akan mengalami kenaikan.
Pernyataan ini disampaikan Cook saat mengumumkan laporan keuangan kuartal II tahun fiskal 2025 (Januari - Februari) pada Kamis (1/5/2025) waktu setempat.
"Kami belakangan memang rutin berdiskusi soal tarif pajak atau bea masuk (dari China ke AS). Namun, untuk soal harga (iPhone), saat ini kami tidak ada pengumuman baru terkait hal tersebut," kata Cook.
Apple menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak akibat kebijakan tarif pajak tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, terutama karena ketergantungan perusahaan tersebut terhadap proses produksi dan rantai pasokan di China.
Produk seperti iPhone, iPad, hingga MacBook sebagian besar dirakit di negeri tirai bambu.
Di bawah kebijakan terbaru, pemerintah AS menetapkan tarif impor hingga 145 persen bagi barang yang berasal dari China.
Baca juga: Harga iPhone Bulan Mei 2025, iPhone 16 Pro dan Pro Max Naik
Walau demikian, produk konsumen seperti smartphone dan laptop untuk sementara ini masih dibebaskan dari tarif tersebut, namun tetap dikenakan bea masuk dasar sebesar 20 persen.
Apple Siap "Nombok" Rp14,8 Triliun untuk Tahan Harga iPhone
Agar harga iPhone tetap stabil di pasaran, Apple disebut siap menanggung sendiri beban kenaikan biaya impor dengan mengalokasikan dana operasional tambahan sebesar 900 juta dolar AS atau sekitar Rp14,8 triliun untuk kuartal II fiskal (April - Juni 2025).
Baca juga: TikTok Didenda Rp9,8 Triliun oleh Irlandia karena Kirim Data Pengguna Eropa ke China
Strategi ini membuat harga iPhone diprediksi akan tetap sama setidaknya hingga pertengahan tahun ini.
Selain itu, Apple kini gencar mendiversifikasi lini produksinya dengan memindahkan sebagian kegiatan manufaktur ke luar China.
iPhone mulai diproduksi di India, sementara iPad dan MacBook mulai dirakit di Vietnam.
Baca juga: Vivo Dominasi Daftar 10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu April 2025
Langkah ini dinilai lebih efisien karena tarif impor dari India dan Vietnam jauh lebih rendah dibandingkan dari China.
Untuk diketahui, India menetapkan tarif impor 36 persen dan Vietnam sebesar 56 persen.
Sementara bea masuk dasar di kedua negara itu masih berada di angka 10 persen, jauh lebih rendah dibanding tarif bea masuk barang dari China yang bisa mencapai 145 persen.
Diversifikasi produksi ini dianggap sebagai solusi jangka panjang Apple agar tetap bisa menjaga harga produknya tetap kompetitif di tengah tekanan geopolitik dan kebijakan dagang yang tidak menentu.
(*)
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.