Senin, 4 Mei 2026

10 Tuntutan Indonesia Gelap dari BEM se-Kota Makassar

Ada yang bertuliskan RIP Pancasila, RIPUUD 1945, RIP hak rakyat, tolak kebijakan anti rakyat dan Indonesia gelap.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 10 Tuntutan Indonesia Gelap dari BEM se-Kota Makassar
Kaswadi
TUNTUTAN MAHASISWA - Massa aksi BEM se-Kota Makassar saat menyampaikan unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap di Kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (21/2/2025) malam. Unjuk rasa mengajukan 10 tuntutan ini berlangsung kondusif. 

TRIBUNTORAJA.COM - Ratusan mahasiswa mengatasnamakan BEM se-Kota Makassar berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (21/2/2025) sore.

Mahasiswa membawa berbagai spanduk dalam unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap ini. 

Ada yang bertuliskan RIP Pancasila, RIPUUD 1945, RIP hak rakyat, tolak kebijakan anti rakyat dan Indonesia gelap.

Unjuk rasa diwarnai aksi bakar ban.

Dalam aksi ini, BEM se-Kota Makassar menyampaikan 10 tuntutan.

Pertama mencabut Inpres 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD 2025.

Kedua menolak proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Ketiga evaluasi total program makan bergizi gratis (MBG).

Keempat menolak rancangan undang-undang (RUU) Minerba.

Kelima meminta pemerintah mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

Keenam membayarkan tunjangan kinerja tenaga pendidik.

Ketujuh sahkan RUU Perampasan Aset.

Kedelapan mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto mengeluarkan Perpu pembatalan kenaikan PPN 12 persen.

Sembilan berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi.

Sepuluh menolak Undang-Undang TNI tentang Dwifungsi ABRI.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulsel kondusif, tak ada bentrokan antara polisi dengan mahasiswa meski sempat diwarnai pelemparan.

Polrestabes Makassar menurunkan 1.200 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa Indonesia Gelap di berbagai titik di Kota Makassar.

Personel tersebut terdiri dari Polrestabes Makassar, Polsek, Polda Sulsel, Sabhara, Brimob dan Polairud.

Ada pula personel Satlantas ditugaskan untuk rekayasa lalu lintas agar masyarakat tetap bisa beraktivitas.

Ditanya soal aksi demonstrasi hingga kapan, Arya menyebut, hanya sampai hari ini. Kalau ada kedepannya, pasti ada penyampaian.

“Infonya sampai hari ini saja, kalau ada lagi pasti akan disampaikan,” tutup perwira berpangkat tiga bunga melati ini.(kaswadi)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved