Ramai Tagar ‘KaburAjaDulu’ di Medsos, Begini Respons Pejabat Indonesia
Banyak warganet mengungkapkan keinginan mereka untuk pindah ke luar negeri, yang dikaitkan dengan kondisi ekonomi dan politik di Indonesia.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Penulis-Tere-Liye-membuat-hitung-hitungan-kerja-di-luar-negeri.jpg)
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menilai bahwa fenomena #KaburAjaDulu mencerminkan kurangnya rasa cinta tanah air.
"Kalau sampai ada tagar seperti itu, pertanyaannya, mereka ini masih merasa sebagai warga negara Indonesia atau tidak? Kalau benar patriot, seharusnya kita selesaikan masalah bersama," kata Nusron di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan masyarakat terkait isu ini.
"Kalau merasa tidak ada harapan sampai ingin kabur, itu tandanya kurang mencintai tanah air. Kalau ada masalah, mari kita cari solusi bersama," ujarnya.
Baca juga: Peringkat Dunia BWF: Alwi Farhan Meroket, Jonatan Christie Stagnan di 3 Besar
Menaker: Ini Jadi Tantangan bagi Pemerintah
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menilai bahwa tren #KaburAjaDulu harus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
"Ini jadi tantangan bagi kami. Kalau ini memang mencerminkan aspirasi masyarakat, maka pemerintah harus menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah jika warga negara ingin bekerja di luar negeri, asalkan kembali untuk membangun Indonesia.
"Kesempatan kerja di luar negeri memang ada, jadi sebenarnya bukan soal kabur. Kalau tujuannya meningkatkan keterampilan dan suatu saat kembali untuk membangun negeri, itu justru hal yang baik," tambahnya.
Baca juga: Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Australia, Elkan Baggott Dilaporkan Cedera
Wamenaker: Kalau Kabur, Jangan Balik Lagi!
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, memberikan respons yang lebih santai terkait tren ini.
"Mau kabur? Kabur sajalah. Kalau perlu, jangan balik lagi, hahaha," celetuknya sambil tertawa saat ditemui di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta.
Menurutnya, tagar seperti ini tidak perlu terlalu dipedulikan.
"Ya, biarkan saja. Tidak perlu terlalu serius menanggapi hashtag-hashtag seperti ini," ujarnya.
(*)
| Viral Anggota TNI Pukul Pengunjung Kafe Valery Rantepao, Dandim Tator: Sudah Ditahan |
|
|---|
| Disdik Toraja Utara Tetap Izinkan Penggunaan Gadget di Sekolah |
|
|---|
| Siswa dan Orangtua di Toraja Utara Tanggapi Pemblokiran Akun Media Sosial Anak |
|
|---|
| Wanita Pendorong Satpam ke Arah Kereta di Stasiun Gang Sentiong Ternyata ODGJ |
|
|---|
| Viral Video Wanita Dorong Satpam hingga Nyaris Tertabrak Kereta di Stasiun Gang Sentiong Jakpus |
|
|---|