Bosowa Peduli Jual Perdana Hasil Pengolahan Sampah, Totalnya 130 Kilogram
Target Bosowa Education yang membawahi BSU Bosowa Peduli serta seluruh unit-unitnya bisa menuju Zero Waste di tahun 2025 mendatang.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/27122024_Bank_Sampah_Bosowa_Peduli.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Bank Sampah Unit (BSU) Bosowa Peduli melakukan penjualan perdana ke Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Jumat (27/12/2024).
Sampah yang dijual ini merupakan limbah yang dikumpulkan dari berbagai tempat yang merupakan nasabah dari BSU Bosowa Peduli.
"Hari ini kita melakukan penjualan perdana, mungkin nilai totalnya tidak terlalu besar, tapi kami ingin akhir tahun ini melakukan penjualan ke bank sampah," ucap Marini selaku Pembina Bank Sampah Bosowa Peduli yang jua Direktur Bosowa Peduli.
"Total recycle yang kita bawa adalah 130 kilo, dengan rincian beberapa jenis sampah itu PET biru muda sebanyak 41 kg, Pet bening (18 kg), gelas warna (18 kg), dan sampah kardus (53 kg)," tambahnya.
Marini mengatakan bahwa sampah ini dikumpulkan dari nasabah dalam tiga bulan terakhir.
"Jadi, saat launching (BSU Bosowa Peduli) pada pertengah Oktober lalu, pertama-tema kami melakukan pelatihan pemilahan dan sosialisasi mengenai bank sampah. Dan, Alhamdulillah kita bisa mendapatkan sekitar 30 nasabah bank sampah pada saat kita launching," katanya.
Alumni program doktor di Jepang ini menjelaskan bahwa target Bosowa Education yang membawahi BSU Bosowa Peduli serta seluruh unit-unitnya bisa menuju Zero Waste di tahun 2025 mendatang.
Selain melakukan pemilihan sampah, Bosowa Peduli juga fokus untuk mengedukasi agar tidak membuang sampah organik dengan cara melakukan pemilahan dan pengolahan secara sendiri.
"Pengolahannya seperti pembuatan kompos, pembuatan biopori, dan pembuatan rumah maggot. Sehingga sampah-sampah tersebut, yang organik itu, benar-benar bisa Zero atau tidak ada yang terbuang di TPA," ucap Marini.
"Memang target kita untuk organik itu sedang diupayakan, memang belum sepenuhnya zero waste karena kita masih memulai lagi untuk melakukan hal tersebut," tuturnya.
Marini mengungkapkan bahwa sampahs-sampah daun, sisa makanan dari kantin maupun dari siswa kegiatan, kebetulan Bosowa memiliki gedung pertemuan, diupayakan tidak membuangnya ke TPA.
"Tapi, kita berupaya untuk terolah semuanya di lingkungan Bosowa Education. Sampah organik diolah jadi kompos atau untuk rumah maggot dan yang anorganik kita pilah lalu jual ke Bank Sampah DLH Kota Makassar," tutupnya.
Pengolahan sampah yang dilakukan Bosowa Peduli ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk masyarakat, instant, perusahaan, maupun komunitas agar mengolah sampah dengan baik.
Pengelohan sampah dengan baik, dan menghasilkan dengan menjual ke bank sampah, bisa melestarikan lingkungan dan alam.
(*)
| Kompetisi Sisakan 9 Laga, Bek Andalan PSM Dikabarkan Susul Tavares ke Persebaya |
|
|---|
| Pertandingan Berakhir, PSM Makassar Kalah Lagi |
|
|---|
| Golllllllll, Persebaya Robek Jala Gawang PSM di Menit 26 |
|
|---|
| Keuskupan Agung Makassar Tahbiskan 3 Imam Baru di Rantepao |
|
|---|
| Besok, Toraja Diperkirakan Hujan Lebat, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|