Banjir Rendam Paccerakkang Makassar, Ratusan Warga Mengungsi
Tiga lokasi pengungsian telah disiapkan, yaitu Kantor Lurah Ketimbang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3, dan Masjid Grand Rahmani.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Petugas-BPBD-Makassar-membantu-pengendara-jalan-menembus-air.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Ratusan warga Kota Makassar terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan, pada pukul 09.56 WITA, warga di Kelurahan Ketimbang dan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, telah dievakuasi ke lokasi pengungsian.
Tiga lokasi pengungsian telah disiapkan, yaitu Kantor Lurah Ketimbang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3, dan Masjid Grand Rahmani.
- Masjid Grand Rahmani: 13 jiwa dievakuasi.
- Masjid Nurul Ikhlas: 25 jiwa dievakuasi.
- Kantor Lurah Ketimbang: 34 jiwa dievakuasi.
"Selain di Biringkanaya, personel kami juga melakukan evakuasi di Manggala. Di sana ada dua titik pengungsian yang telah terisi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Jumat (20/12/2024) dilansir Tribun Timur.
Pantauan Banjir di Lokasi
Di Perumahan Kodam 3, aliran Sungai Biringje'ne terus meningkat. Beberapa warga sudah mulai mengevakuasi barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman.
Di wilayah Jl Kotipa XIII, XII, XIV, dan XV, ketinggian air mencapai 60-70 cm. Sementara itu, di BTP Blok AF Jl Cendana 1, air terus mengalami peningkatan.
Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Pj Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Sudah Surut
Peringatan Cuaca dari BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan beberapa hari ke depan.
Menurut Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, dinamika atmosfer terkini menunjukkan fenomena ENSO (El Nino-Southern Oscillation) berada pada fase La Nina lemah, yang mempermudah pembentukan awan di wilayah Indonesia.
Selain itu, Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 5, yang meningkatkan potensi hujan di wilayah Sulawesi bagian selatan.
Baca juga: Makassar Dikepung Banjir, Ibu Hamil Diungsikan ke Masjid Antang
"Gelombang Kelvin juga aktif di wilayah ini, memperbesar potensi pembentukan awan hujan dalam beberapa hari ke depan," ujar Irwan, Selasa (17/12/2024).
Pusat tekanan rendah yang terpantau di Australia bagian utara memicu pertemuan arus angin (konfluensi) dan penumpukan massa udara.
Hal ini juga meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di sekitar pusat tekanan.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada 18-22 Desember 2024, terutama di wilayah berikut:
- Parepare
- Barru
- Pangkajene dan Kepulauan
- Maros
- Makassar
- Gowa
- Takalar
"Kondisi atmosfer saat ini secara signifikan mendukung pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan," pungkas Irwan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "BREAKING NEWS: Banjir di Paccerakkang Makassar, Warga Mengungsi di Kantor Lurah dan Masjid"
| Kompetisi Sisakan 9 Laga, Bek Andalan PSM Dikabarkan Susul Tavares ke Persebaya |
|
|---|
| Pertandingan Berakhir, PSM Makassar Kalah Lagi |
|
|---|
| Golllllllll, Persebaya Robek Jala Gawang PSM di Menit 26 |
|
|---|
| Keuskupan Agung Makassar Tahbiskan 3 Imam Baru di Rantepao |
|
|---|
| Besok, Toraja Diperkirakan Hujan Lebat, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.