Perang Iran vs Israel
Netanyahu Pengecut, Perintahkan Militernya Serang Iran Lalu Dia Sembunyi di Bunker
Militer Israel atau IDF mengerahkan sebanyak 100 jet tempur untuk menyerang wilayah Teheran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/uda3rr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Militer Israel menyerang pusat-pusat militer Iran di Teheran, provinsi barat Ilam, dan provinsi barat daya Khuzestan pada Jumat hingga Sabtu (26/10/2024) pagi.
Kantor hubungan masyarakat komando pertahanan udara Iran mengeluarkan pernyataan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan terbatas dan berhasil dicegat dan dilawan.
Meskipun Iran telah memperingatkan terhadap tindakan nekat Israel, agresi ini tetap terjadi, kata pernyataan itu.
Pernyataan itu juga mendesak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga solidaritas, dan hanya mengandalkan berita dari media pemerintah.
Pernyataan itu menyerukan kepada bangsa untuk mengabaikan rumor media musuh.
Militer Israel atau IDF mengerahkan sebanyak 100 jet tempur untuk menyerang wilayah Teheran.
Belasan pesawat yang diluncurkan tersebut adalah jet tempur F-35 Adir, pesawat siluman buatan Amerika Serikat.
Di saat militer Iran dengan gagah berani menyerang Iran, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Militer Israel, Yoav Gallant, yang memerintahkan serangan tersebut, malah bersembunyi.
Keduanya bersembunyi di lokasi perlindungan atau bunker di Tel Aviv.
Sejumlah media setempat dikutip oleh IRNA, melaporkan dua orang paling bertanggung jawab atas terjadinya serangan ke Gaza, Lebanon dan Iran tersebut ternyata ketakutan.
"Mereka takut terhadap adanya serangan balasan," ungkap seorang sumber.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketakutan Serangan Balasan, Netanyahu dan Gallant 'Ngumpet' di Bunker