Abang Ojol di Makassar Bunuh Istrinya
Kapolsek Tamalate, AKP Aris Sumarsono, mengatakan di tubuh korban ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Daeng-Gassin3wrr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Polisi berhasil mengungkap penyebab kematian, KA (21), wanita satu anak yang ditemukan tewas dalam kamar kontrakannya di Jl Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (21/10/2024) dinihari.
Kapolsek Tamalate, AKP Aris Sumarsono, mengatakan di tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Setelah diselidiki, KA adalah korban pembunuhan dan pelakunya suaminya sendiri, PA (22), yang bekerja sebagai ojek online (ojol).
Namun, AKP Aris Sumarsono belum mengungkap motif pembunuhan itu.
"Pelakunya sudah diamankan, suaminya sendiri. Motifnya masih didalami," kata Aris, Rabu (23/10/2024) siang.
Diberitakan sebelumnya, KA ditemukan tewas dengan tubuh telah membusuk di kamar kontrakannya di Jl Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel.
Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari hasil olah TKP, kami masih mendalami. Namun diduga ada terjadi kekerasan," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Rahman, Senin lalu.
"Kekerasan yang dimaksud kami belum bisa pastikan karena belum ada penjelasan dari Dokpol," jelasnya.
Rahman menjelaskan, di kamar kontrakannya, korban tinggal bersama anak dan suaminya yang bekerja sebagai ojek online.
"Suaminya ojol, jadi malam baru dia pulang. Korban jual bakso, menurut informasi warga begitu," terang Rahman.
Mayat KA ditemukan warga sekitar yang awalnya mencium bau menyengat.
Saat mencari sumber bau, ternyata dari dalam kamar kontrakan korban.
Saat pintu kamar didobrak, warga melihat KA dengan tubuh sudah bengkak dan membusuk.
Tetangga korban, Daeng Gassing (70), mengungkapkan bahwa KA baru tinggal di kontrakan tersebut selama sekitar sebulan.
"(Korban) sempat jualan bakso, tapi mungkin tidak ramai makanya berhenti," kata Gassing.
Gassing juga mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari kontrakan tersebut selama dua hari terakhir.
Namun, dia mengira bangkai tikus.
"Baunya menyengat, tapi saya kukira bangkai tikus," ujarnya.
Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan pada Senin (21/10/2024) dinihari.(emba)
| Kompetisi Sisakan 9 Laga, Bek Andalan PSM Dikabarkan Susul Tavares ke Persebaya |
|
|---|
| Pertandingan Berakhir, PSM Makassar Kalah Lagi |
|
|---|
| Golllllllll, Persebaya Robek Jala Gawang PSM di Menit 26 |
|
|---|
| Keuskupan Agung Makassar Tahbiskan 3 Imam Baru di Rantepao |
|
|---|
| Jenazah Korban Penganiayaan di Papua Dijadwalkan Tiba di Mengkendek Tana Toraja Besok |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.