Perang Israel vs Iran
Netanyahu Hanya Omon-omon, Tak Berani Serang Balik Iran
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah lantang mengancam akan menghukum Iran dengan kekuatan penuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/serangan-rudal-iran-ke-israel-2102024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Ratusan rudal balistik ditembakkan militer Iran pada Selasa, 1 Oktober 2024 malam.
Rudahl-rudal itu menyasar berbagai lokasi penting di Israel.
Pemeritah dan militer Israel melakukan sensor ketat terkait pemberitaan dampak serangan Iran itu, sehingga tidak banyak diketahui fakta kerusakan sesungguhnya.
Teheran mengklaim rudal balistik mereka, termasuk rudal hipersonik Fattah-2, menghantam markas Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel.
Puluhan rudal lain menghajar Pangkalan Udara Nevatim di Negev, pusat skuadron tempur udara F-15 dan F-35 Adir.
Pascaserangan mengejutkan itu, dunia akhirnya menyaksikan kemampuan strategis Iran dan keberanian mereka menantang Israel dan pendukungnya.
Semua pihak sekarang sedang menerka, kapan pembalasan Israel atas serangan Iran itu? Akan Seberapa kuat balasan itu? Apakah pembalasan itu akan menyeret Amerika Serikat, beking utama Israel?
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah lantang mengancam akan menghukum Iran dengan kekuatan penuh.
Namun hingga kini, ancaman Netanyahu itu belum direalisasikan.
Rapat kabinet perang Israel agaknya belum sampai pada kesimpulan mengeksekusi pembalasan itu, karena menunggu lampu hijau Washington.
Gedung Putih diyakini telah memaksa Israel menahan diri, tidak menyerang balik ke wilayah Iran, karena efeknya akan memicu perang kawasan.
Lalu, apa yang akan dilakukan Amerika menghadapi Israel yang marah dan ingin membalas serangan Iran itu?
Kita bisa melihat dari apa yang terjadi di Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB di New York Rabu malam WIB.
Pernyataan-pernyataan tajam muncul di antara diplomat AS, Rusia, Aljazair, Inggris, dan lain-lain.
Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengutuk serangan Iran ke Israel.
Ia mengajak Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan kutukan terhadap Iran.
Apa yang dilakukan Iran menurutnya aksi terorisme, bukan usaha membela diri, sehingga tidak bisa diterima untuk alasan apapun.
Linda Thomas-Greenfield mengemukakan pendirian Amerika Serikat yang membela hak Israel untuk mempertahankan diri atas serangan itu.
Ambiguitas Amerika tampak di sini, ketika Linda Thomas-Greenfield sama sekali tak menyinggung aksi-aksi pembunuhan massal yang dilakukan Israel di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Yaman, dan Suriah.
Termasuk serangan bom penyeranta dan alat elektronik lain yang menimpa ribuan warga sipil Lebanon dan Suriah.
Begitu pula pembunuhan Sayyid Hassan Nasralah, Ismail Haniyeh, tokoh-tokoh Korps Garda Republik Iran maupun pemimpin Kataib Hizbullah Irak dan lain-lain.
Ini yang dikritik Dubes Aljazair untuk PBB, yang mengatakan secara kategori aksi-aksi Israel itu sesungguhnya termasuk tindakan terorisme yang harus dikutuk.
Impunitas Israel sudah dikenal luas, karena mendapat perlindungan penuh secara politik, militer, maupun aksi-aksi diplomatik oleh Amerika Serikat.
Di Dewan Keamanan PBB tidak terhitung lagi berapa kali Amerika dan sekutu Eropanya memveto resolusi yang mengutuk aksi-aksi Israel di Palestina maupun tempat-tempat lain di negara tetangganya.
Serangan-serangan militer Israel ke wilayah Suriah, Irak, Yaman, yang merupakan pelanggaran kedaulatan negara lain selama bertahun-tahun tidak pernah terjangkau PBB.
Di Suriah, serangan jet tempur Israel bahkan pernah menghantam pesawat Rusia, yang menewaskan lusinan tentara Rusia di Laut Tengah.
Tidak ada satupun pelanggaran hukum internasional oleh Israel ini yang tersentuh hukum. Semua berlalu begitu saja membuat Israel semakin besar kepala, merasa di atas hukum.
Ini menunjukkan betapa Amerika sebenarnya sudah terlibat begitu jauh dalam peperangan tanpa akhir yang dilakukan Israel di Timur Tengah.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengapa Israel Tak Juga Balas Serang Iran?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.