Kamis, 9 April 2026

Polisi Cuek Saat Sekelompok Preman Bubarkan Diskusi Kebangsaan, Abraham Samad Narasumber

Tata melanjutkan, ketika acara akan dimulai, massa anarkis memasuki ruangan hotel dan mengobrak-abrik ruangan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Polisi Cuek Saat Sekelompok Preman Bubarkan Diskusi Kebangsaan, Abraham Samad Narasumber
tribunnews
Din Syamsuddin memberi keterangan usai sekelompok preman membubarkan acara diskusi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024) pagi.   

TRIBUNTORAJA.COM - Pihak kepolisian dinilai melakukan pembiaran saat sekelompok preman membubarkan acara diskusi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024) pagi.  

Ketua FTA, Tata Kesantra yang menjadi pembicara diskusi mengungkap detik-detik pengrusakan oleh OTK dimaksud.

Tata menjelaskan, acara itu dirancang sebagai dialog antara diaspora Indonesia di mancanegara dengan sejumlah tokoh atau aktivis tentang masalah kebangsaan dan kenegaraan.

Sejak pagi, kata Tata, sekelompok massa yang sebagian ditengarai berasal dari Indonesia Timur sudah berorasi dari atas sebuah mobil komando di depan hotel.

"Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan kecuali mengkritik para narasumber yang diundang dan membela rezim Presiden Jokowi," kata Tata dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2024).

Tata melanjutkan, ketika acara akan dimulai, massa anarkis memasuki ruangan hotel dan mengobrak-abrik ruangan.

Kata Tata, polisi kelihatan diam membiarkan massa pengacau.

"Sekelompok orang yang bertindak anarkis memorak-porandakkan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang mic, dan mengancam para peserta yang baru hadir," katanya.

Tata mengatakan, acara yang semula berbentuk diskusi lalu diubah dalam format konferensi pers.

Diskusi itu menghadirkan beberapa narasumber, seperti Din Syamsuddin, Abraham Samad, Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Rizal Fadhilah, Sunarko, Tata Kesantra, dan lain-lain.

Din Syamsuddin, salah satu pembicara, mengecam keras tindakan brutal tersebut dan menyebutnya sebagai cermin dari pelanggaran demokrasi yang terus terjadi. 

Ia berharap, jika Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai presiden RI, pemerintahannya akan memperbaiki dan mengoreksi praktik-praktik yang merusak demokrasi selama era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Peristiwa brutal tersebut merupakan refleksi dari kejahatan demokrasi yang dilakukan rezim penguasa terakhir ini,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologis Diskusi yang Dihadiri Din Syamsuddin hingga Refly Harun Dibubarkan Secara Paksa oleh OTK 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved