Tekno
Orion: Kacamata AR Terbaru dari Meta Siap Tantang Apple Vision Pro
Meskipun potensinya besar, Meta belum berencana menjual Orion karena tantangan produksi dan biaya yang masih tinggi.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/prototipe-kacamata-ar-meta-orion-2792024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Meta, perusahaan induk Facebook, memperkenalkan prototipe kacamata augmented reality (AR) bernama Orion di kantor pusatnya di Menlo Park, California, pada Kamis (26/9/2024).
Kacamata ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi komputasi yang dapat dikenakan dengan nyaman dan efisien.
Orion dirancang sebagai perangkat komputasi yang dipakai di wajah, dilengkapi dengan layar canggih berbasis proyektor Micro LED dan lensa silikon karbida.
Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melihat informasi digital di dunia nyata dengan bidang pandang 70 derajat, lebih luas dari kacamata AR yang ada saat ini.
Menurut rilis resmi Meta, Orion terdiri dari tiga bagian: kacamata, gelang saraf untuk kontrol, dan unit komputasi nirkabel.
Dengan berat 98 gram, perangkat ini lebih ringan dari headset VR tetapi masih lebih berat dari kacamata biasa.
Baca juga: PlayStation Umumkan Game Terbaru Ghost of Yotei, Rilis 2025 Mendatang
“Kami berfokus pada desain yang berorientasi pada pengguna untuk menciptakan kacamata AR canggih dengan bentuk yang ramping,” kata perwakilan Meta.
Dalam demonstrasi, Orion memperlihatkan kemampuan yang mengesankan.
Perangkat ini bisa mengidentifikasi objek menggunakan AI, memungkinkan permainan AR interaktif, dan bahkan mendukung panggilan video.
Baca juga: LINK Download Game Naruto Ultimate Ninja Storm di HP Android dan iPhone iOS, Resmi Rilis Hari Ini
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut kacamata AR seperti Orion sebagai bagian penting dari visi masa depan perusahaan dalam bidang komputasi.
Ia melihat dua penggunaan utama: komunikasi melalui "hologram" digital dan interaksi dengan AI.
Baca juga: Analis: Gen Z Lebih Andalkan TikTok Dibanding Google untuk Cari Informasi
Belum Dijual di Pasaran
Saat ini, Orion masih berstatus prototipe dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
Dilaporkan oleh The Verge, kacamata ini dilengkapi tujuh kamera yang tertanam di bingkainya, yang berfungsi untuk menghubungkan objek virtual dengan dunia nyata, melacak gerakan mata dan tangan, serta membantu asisten AI Meta memahami lingkungan sekitar.
Meskipun potensinya besar, Meta belum berencana menjual Orion karena tantangan produksi dan biaya yang masih tinggi.
Baca juga: Apple Rilis iOS 18, Pengguna iPhone 11 Patut Bersyukur
"Yang menarik, bagian dari AI sudah bisa berfungsi sebelum hologram dapat diproduksi secara massal dengan harga terjangkau," ujar Zuckerberg.
Teknologi AI yang digunakan dalam Orion juga sudah diimplementasikan pada kacamata pintar Ray-Ban Meta yang tersedia di pasaran.
Baca juga: Cara Mudah Menghubungkan Akun Instagram dan Facebook
Salah satu demonstrasi menunjukkan perangkat ini mampu mengidentifikasi bahan-bahan di atas meja dan menyarankan resep secara langsung.
AI secara otomatis memberi label pada bahan-bahan tersebut dan menampilkan petunjuk resep di layar digital yang mengambang.
(*)
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.