Selasa, 5 Mei 2026

KKB Papua

Pilot Susi Air Bebas, Menlu Selandia Baru Minta Media Hormati Privasi Keluarga Kapten Philip

sejumlah lembaga Pemerintah telah berkerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk pembebasan Mehrtens. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Pilot Susi Air Bebas, Menlu Selandia Baru Minta Media Hormati Privasi Keluarga Kapten Philip
Tribun Papua
Philips Mark Mehrtens (paling kiri) duduk di samping Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha. Pilot Susi Air asal Selandia Baru itu dibebaskan setelah setahun lebih disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga. (Tribun Papua/HO) 

 TRIBUNTORAJA.COM - Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua selama 19 bulan, relah dibebaskan,  Sabtu (21/9/2024).

Mehrtens ditangkap oleh KKB Papua di Paro, Papua, pada 7 Februari 2023 lalu.

Winston Peters, mengaku sangat lega dan senang mendengar kabar bebasnya Phillip Mehrtens.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, merespons kabar bebasnya Philip, apalagi dalam kondisi sehat.

Baginya, kabar ini tentu juga menjadi berita yang melegakan bagi teman maupun orang terdekat pilot Susi Air itu.  

"Kami merasa lega dan senang bisa mengonfirmasi bahwa Phillip Mehrtens dalam keadaan aman dan sehat, serta telah berbicara dengan keluarganya." 

"Berita ini pasti sangat melegakan bagi teman dan orang-orang terdekatnya," kata Peters dalam situs resmi pemerintah Selandia Baru, Sabtu (21/9/2024).

Peters mengatakan, sejumlah lembaga Pemerintah telah berkerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk pembebasan Mehrtens. 

"Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, dengan staf di Indonesia dan Wellington, telah memimpin upaya berkelanjutan dari seluruh jajaran Pemerintah untuk mengamankan pembebasan Phillip Mehrtens, dan juga telah mendukung keluarganya," kata  Peters.

Peters lalu menyampaikan kepada media untuk menghargai privasi keluarga Philip Mehrtens.

Menurutnya, kasus ini sangat berdampak bagi keluarga Mehrtens.

"Kasus ini sangat berdampak pada keluarga Mehrtens yang meminta privasi." 

"Kami berharap media dapat menghormati permintaan mereka, dan kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini," kata Peters.

Menangis Bahagia saat Video Call Keluarga

Usai bebas, Mehrtens langsung menghubungi istrinya yang saat ini berada di Bali melalui sambungan video call bersama keluarganya.

Ia tak bisa membendung air matanya setelah bebas dari cengkeraman KKB. 

Air matanya mengalir di antara pipinya saat Kapten Philip 

 "Pilot Philip Mark Mehrtens sangat bahagia saat melakukan video call bersama istri dan keluarganya untuk mengabarkan bahwa ia telah dibebaskan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, Sabtu (21/9/2024).

Dengan didampingi petugas keamanan, wajah Kapten Philip yang menggunakan baju berwarna hijau ini duduk di sebuah kursi berwarna merah itu awalnya terlihat tegang.

Setelah itu, wajahnya pun berubah menjadi penuh keharuan ketika sambungan video call itu diangkat oleh istri dan keluarganya.

Sesekali Kapten Philip tampak mengusap air matanya sambil terus berkomunikasi dengan orang-orang tercintanya yang sudah lama tak ditemui itu.

Lebih lanjut, Benny mengatakan tim Satgas Damai Cartenz 2024 juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Kapten Philip.

Philip Mehrtens, akhirnya berhasil dibebaskan setelah 1,5 tahun disandera oleh KKB Egianus Kogoya di wilayah Nduga, Papua, Sabtu (21/9/2024).

Pembebasan ini dilakukan Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024 pada Sabtu (21/9/2024).

 Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens menangis saat beri kabar ke keluarga lewat video call usai bebas dari sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya, Sabtu (21/9/2024).  (Dok. Polda Papua)
"Ya benar sekali, hari ini kami berhasil menjemput Pilot Philip dalam keadaan sehat. Pilot kami terbangkan dari Nduga langsung menuju Timika," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Bayu Suseno, Sabtu. 

Bayu menyebut, penjemputan Kapten Philip ini dilakukan di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga.

Selanjutnya, Kapten Philip langsung dibawa ke ruangan khusus untuk dilakukan mitigasi medis sekaligus memastikan kondisi psikologis. 

Diketahui, upaya pembebasan Kapten Philip ini dilakukan dengan pendekatan lunak atau soft approach.

Pendekatan dilakukan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Reaksi Selandia Baru atas Bebasnya Pilot Susi Air Philip Mehrtens usai Disandera KKB, 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved