Paus Fransiskus ke Indonesia

Paus Fransiskus Datang, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bekasi

Selanjutnya beberapa hari lalu, intel kepolisian kembali meminta izin untuk operasi penangkapan dan penggeledahan di lingkungan setempat.

Editor: Imam Wahyudi
tribunnews
Densus 88 geledah rumah terduga teroris di Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNTORAJA.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris di kawasan Duren Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/9/24).

Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani membenarkan penangkapan tersebut.

"Iya," kata Dani kepada wartawan.

Namun pihaknya belum menjelaskan secara detail perihal jumlah terduga teroris yang diamankan.  Identitas dari terduga teroris tersebut juga tidak disampaikan.

"Untuk rilis oleh Densus 88 ," tukasnya.

Senada Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, AKP Ompi Indovina, membenarkan penangkapan terduga teroris di wilayahnya.

“Penangkapan dilakukan Densus 88,” ujarnya.

Diketahui terduga teroris yang dicokok Densus 88 adalah montir bengkel motor berinisial FNA (25). Ia diketahui sudah diintai selama dua bulan terakhir sebelum diringkus OLEH Densus 88 Anti-teror. 

FNA tinggal di Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi bersama orang tuanya. Ketua RT setempat bernama Ismail mengatakan, dua bulan sebelum penangkapan pihaknya didatangi intel kepolisian untuk melakukan penyelidikan. 

"Akhir Juli sih, dua bulan yang lalu (intel minta izin ke lingkungan buat melakukan pemantauan terduga pelaku)," kata Ismail. 

Selanjutnya beberapa hari lalu, intel kepolisian kembali meminta izin untuk operasi penangkapan dan penggeledahan di lingkungan setempat.

"Saya disuruh keep (simpan) jangan ngomong dulu sampai pada hari ini sudah dilakukan penjemputan," ujarnya.

Operasi penangkapan tidak dilakukan di kediaman terduga teroris, FNA diringkus di bengkel tempat kerjanya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

"Kebetulan saya menunggu dari jam 9 sampai jam 11 itu tidak jadi (penangkapan di rumah), karena sudah dilakukan di bengkel," terangnya. 

Setelah diringkus di bengkel, pihak keluarga sempat meminta agar Densus 88 tidak melakukan penggeledahan di kediaman terduga teroris

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved