Selasa, 14 April 2026

Sebelum Dicopot sebagai Menkumham, Yasonna Minta Izin Pimpin Upacara 

Kepada jajarannya, dia menyebut bahwa dirinya masih memimpin Kementerian Hukum dan HAM hingga Senin pukul 09.30 WIB.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Sebelum Dicopot sebagai Menkumham, Yasonna Minta Izin Pimpin Upacara 
Kompas.com
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pengayoman ke-79, Senin (19/8/24) pagi, sebelum dia dicopot dari jabatannya. 

TRIBUNTORAJA.COM - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pengayoman ke-79, Senin (19/8/24) pagi, sebelum dia dicopot dari jabatannya.

Yasonna mengungkapkan, bahwa kehadirannya memimpin langsung kegiatan itu sebagai yang terakhir sebagai menteri di kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab, dia direshuffle dari kabinet dan digantikan politisi Gerinda, Supratman Andi Agtas.

“Saya sampaikan, ini hari terakhir saya sebagai inspektur upacara,” kata Yasonna saat memberikan pidatonya di kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kuningan, Jakarta, Senin pagi.

Dalam kesempatan itu, Yasonna menyampaikan bahwa sehari sebelum acara peringatan Hari Pengayoman ini, dia sempat menemui Presiden Jokowi untuk meminta restu memimpin upacara untuk terakhir kalinya.

Yasonna mengungkapkan bahwa presiden menyambut baik permintaan itu.

“Kemarin saya laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden, besok hari Pengayoman ke-79, jam 08.00 kita kumpul. Pelantikan jam 09.30, itu kesempatan saya masih memimpin upacara.

 “Oh, jalan saja Pak Menteri, jalan saja’,” tutur Yasonna menirukan ucapan Jokowi. 

Kepada jajarannya, dia menyebut bahwa dirinya masih memimpin Kementerian Hukum dan HAM hingga Senin pukul 09.30 WIB.

Oleh sebab itu, kata Yasonna, upacara yang digelar berbarengan dengan pelantikan menteri baru yang menjadi penggantinya.

“Maka saya memimpin (upacara) hari ini,” terang Yasonna.

Kader PDI Perjuangan (PDIP) itu pun berharap bisa segera menjalani serah terima jabatan. 

Dia juga mengatakan, bahwa tidak mempermasalahkan jika harus digantikan oleh Supratman Andi Agtas.

“Tidak ada kesedihan, tertawa saja. Karena hidup harus disikapi dengan hati yang riang. Jabatan adalah amanah,” jelas Yasonna.

Yasonna turut mengaku sempat menemui Presiden Jokowi sehari sebelum di reshuffle dari Kabinet Menteri.

Dalam momen itu, Yasonna menyampaikan ucapan terima masih atas kepercayaan Presiden yang menunjuknya sebagai Menteri Hukum dan Ham selama 10 tahun kurang 2 bulan ini.(tribunnews)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved