Minggu, 3 Mei 2026

Olimpiade Paris 2024

Profil Gregoria Mariska Tunjung, Raih Medali Perunggu Badminton Olimpiade Paris 2024

Gregoria mendapatkan medali perunggu tanpa bertanding setelah calon lawannya Carolina Marin asal Spanyol mengalami cedera lutut.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Profil Gregoria Mariska Tunjung, Raih Medali Perunggu Badminton Olimpiade Paris 2024
Via PBSI
Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di Olimpiade Paris 2024. (Badminton Photo/Mikael Ropars) 

TRIBUNTORAJA.COM - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska, dipastikan mendapat medali perunggu cabang badminton Olimpiade 2024.

Sejatinya, Gregoria harusnya menghadapi Carolina Marin asal Spanyol di perebutan medali perunggu di Porte de la Chapelle Arena hari ini, Senin (5/8/2024).

Namun, Carolina Marin tidak bisa bermain karena mengalami cedera lutut saat semifinal Olimpiade Paris 2024 menghadapi He Bing Jiao asal China, Minggu (4/8/2024) kemarin.

Padahal, Marin memenangi gim pertama dengan skor 21-14 dan unggul 10-5 pada gim kedua. Akan tetapi, pendaratan yang tidak sempurna membuyarkan harapannya.

Setelah melepaskan sebuah jumping smash, Marin terjatuh sambil menahan rasa sakit.

Isak tangis keras terdengar dari juara dunia tiga kali itu.

Tidak hanya gagal ke final, cedera Marin tidak juga pulih untuk perebutan tempat ketiga atau medali perunggu.

Dengan demikian, Gregoria yang jadi lawannya menang tanpa harus bertanding atau menang bye.

Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF secara resmi mengumumkan bahwa tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

"Carolina Marin retired karena cedera lutut. Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 dan juara dunia tiga kali Carolina Marin dari Spanyol telah retired dari Kompetisi Bulu Tangkis Olimpiade Paris 2024 karena cedera lutut kanan. Rincian medis lebih lanjut akan menyusul," tulis BWF dalam rilis resminya, Minggu (4/8/2024).

"BWF dapat memastikan perebutan medali perunggu tunggal putri pada Senin 5 Agustus tidak akan digelar. Medali perunggu akan diberikan kepada Gregoria Mariska Tunjung dari Indonesia," tambahnya.

Ini adalah medali pertama Indonesia di ajang multievent internasional itu.

Adapun Gregoria gagal ke final badminton Olimpiade 2024 usai kalah dari wakil Korea Selatan, An Se Young, di semifinal Olimpiade 2024, Minggu (4/8/2024).

Saat bertanding, Gregoria menempati peringkat 7 dunia sedangan An Se Young peringkat 1 dunia.

Gregoria kalah dengan skor 21-11, 13-21, dan 16-21.

Padahal, saat itu An Se Young tampil tidak maksimal karena bermasah di lututnya.

An Se-young tampil dengan lututnya masih dibalut dan tidak bergerak dengan lancar seperti biasanya pada gim pembuka. Namun, kemudian mampu beralih ke kecepatan yang lebih tinggi saat pertandingan berlangsung.

Gregoria tampil apik melawan An pada semifinal sebelum akhirnya kelelahan karena konsistensi lawannya.

An Se-young menjadi pemain Korea Selatan pertama melaju ke final sejak Bang Soo-hyun tampil pada final tunggal putri Olimpiade Atlanta 1996.

Profil

Gregoria Mariska Tunjung menjadi sorotan bagi banyak penggemar bulu tangkis karena dirinya sering kali menjadi pemain tunggal putri unggulan di Indonesia.

Ia tampil apik dan cemerlang tidak terbatas di turnamen tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.

Tampil konsisten prestasi yang mengesankan membuatnya sering diutus untuk mewakili negara dalam berbagai kejuaraan internasional.

Terbaru, ia berhak mendapatkan medali perunggu Olimpade 2024 mesti tanpa bertanding karena calon lawannya cedera.

Gregoria Mariska Tanjung lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999.

Ia memilih karier di dunia olahraga, khususnya bulutangkis.

Jorji, sapannya mengaku Taufik Hidayat menjadi sumber inspirasi baginya.

Ia mulai menyukai olahraga bulu tangkis sejak kecil, dimulai ketika ia menyaksikan pertandingan bulu tangkis Taufik Hidayat di televisi. Momen tersebut membakar semangatnya untuk terjun ke olahraga pukul bulu ini.

Meskipun awalnya ia memulai dengan karate, ayahnya melihat potensi besar dalam dirinya di bulutangkis.

Pada saat Gregoria masih duduk di kelas 1 SD, sang ayah sudah mulai memberikan pelatihan bulu tangkis dasar kepadanya.

Dari sini, keterampilan teknis Gregoria mulai terasa, ia juga mulai membangun fondasi yang kuat untuk karier bulu tangkisnya di masa depan.

Dengan dorongan orangtuanya dan bakat yang dimilikinya, Gregoria memutuskan untuk fokus pada bulutangkis.

Ketika Gregoria memasuki usia yang lebih matang dalam perjalanan bulu tangkisnya, ia bergabung dengan klub AUB Surakarta yang terletak di Jawa Tengah.

Di klub ini, ia terus mengembangkan kemampuannya dan memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi.

Keberhasilannya di klub AUB Surakarta menjadi langkah awal yang penting dalam kariernya, menunjukkan dedikasi dan kemampuannya di bidang bulu tangkis.

Ketika ia berada di kelas 5 SD, keluarganya pindah ke Bandung. Di Kota Kembang ini, Gregoria bergabung dengan klub bulu tangkis Mutiara Cardinal, Jawa Barat.

Dari sinilah dimulai perjalanan profesionalnya sebagai atlet bulutangkis.

Klub Mutiara Cardinal memiliki reputasi yang baik dalam melahirkan pemain bulu tangkis berbakat, dan Gregoria memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Dedikasi dan usaha keras Gregoria dalam berlatih dan berkompetisi membuahkan hasil yang signifikan.

Pada tahun 2013, ia dipilih oleh PBSI untuk bergabung dengan Pelatnas Cipayung di Jakarta Timur.

Latihan intensif di pelatnas memberikan hasil yang menggembirakan ketika ia meraih posisi runner-up di nomor tunggal putri pada Malaysia International Challenge 2014.

Keberhasilannya terus berlanjut dengan memenangkan Singapore International Series dan Indonesia International pada tahun 2015. Namun, dalam Kejuaraan Asia Junior di Bangkok, ia hanya berhasil meraih posisi kedua.

Meskipun demikian, Gregoria menebus kekalahan tersebut di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta, di mana ia berhasil meraih gelar juara dunia junior pada usia 18 tahun.

Kemenangan ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Indonesia setelah 25 tahun gagal meraih gelar di ajang junior dunia.

Di final, Gregoria mengalahkan pemain Tiongkok, Han Yue, dengan skor 21-13, 13-21, dan 24-22.

Sejak kemenangan tersebut, Gregoria bergabung dengan tim tunggal putri senior dan aktif mengikuti berbagai turnamen dan kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia meraih gelar juara di India Open Grand Prix Gold dan medali perunggu di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan serangkaian prestasi yang diraihnya di tunggal putri, Gregoria mencapai peringkat 1 di tingkat nasional dan 15 di dunia pada tahun 2019.

Indonesia sangat berharap banyak padanya untuk melanjutkan kejayaan bulutangkis setelah era Susi Susanti.

Prestasi 

Dikutip dari kanal Youtube AGH Sports, Gregoria Mariska Tunjung telah meraih sejumlah prestasi gemilang dalam dunia bulu tangkis sepanjang kariernya.

Pada tahun 2014, ia berhasil meraih posisi runner-up dalam Malaysia International Challenge, yang menandai awal kesuksesannya di kancah internasional.

Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh medali perak dalam Kejuaraan Dunia Junior Beregu Campuran.

Kesuksesannya berlanjut pada tahun 2015, di mana Gregoria mencatatkan kemenangan di Singapore International Series dan Indonesia International Challenge.

Di tahun tersebut, ia juga meraih medali perak dalam Kejuaraan Dunia Junior Beregu Campuran.

Selanjutnya, pada tahun 2016, Gregoria berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Asia Junior di nomor tunggal putri.

Puncak prestasi Gregoria terjadi pada tahun 2017, ketika ia meraih gelar juara kedua di Syed Modi International Grand Prix Gold, sebelum kemudian memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia Junior BWF di kategori tunggal putri. Keberhasilan ini menandai pencapaian besar dalam kariernya.

Pada tahun 2018, Gregoria kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih kemenangan di Finnish Open International Challenge dan medali perunggu di Asian Games dalam kategori beregu putri.

Ia menambah koleksi medali dengan meraih perunggu dalam Piala Sudirman untuk kategori beregu campuran pada tahun 2019.

Di SEA Games 2021, Gregoria meraih medali perak dalam kategori beregu putri.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2022, ia turut mengantarkan tim bulu tangkis Indonesia meraih emas di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia untuk kategori beregu putri dan memenangkan gelar juara kedua di Australia Terbuka BWF Super 300.

Tahun 2023 merupakan tahun yang sukses bagi Gregoria, di mana ia memenangkan gelar di Spanyol Masters BWF Super 500 dan juga meraih kemenangan di Kumamoto Masters BWF Super 500.

Di samping itu, ia juga berhasil meraih juara kedua di Malaysia Masters BWF Super 500.

Tahun 2024, ia mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia di Olimpiade Paris.

Saat ini, ia menempati peringkat 7 dunia tunggal putri badminton.

Biodata

Nama: Gregoria Mariska Tunjung

Tempat dan tanggal lahir: Wonogiri, 11 Agustus 1999

Kebangsaan: Indonesia

Pegangan: Kanan

Sektor: Tunggal putri

Jadwal Bulutangkis Olimpiade 2024, Senin (5/8/2024)

Final tunggal putri (perebutan emas)

15.55 WIB : An Se-young (Korea Selatan) vs He Bing Jiao (China)

Perebutan medali perunggu tunggal putra

19.30 WIB : Lee Zii Jia (Malaysia) vs Lakshya Sen (India)

Final tunggal putra (perebutan emas)

20.40 WIB : Kunlavut Vitidsarn (Thailand) vs Viktor Axelsen (Denmark)

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved