Hujan 10 Muharram, Pedagang Pasar Sentral Makale Mengeluh Sepi Pembeli
Tradisi turun temurun tersebut dipercaya akan membawah berkah bagi barang yang dibeli dan juga awet.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Suawrfe.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Pedagang pecah belah di Pasar Sentral Makale, Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengeluhkan belum adanya pembeli hingga menjelang sore hari.
Pantauan Tribun Toraja, Selasa (16/7/2024), area pecah belah atau perlengkapan dapur di Pasar Sentral Makale terpantau sepi.
Padahal hari ini merupakan 10 Muharram atau Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau Hari Asyura.
Warga Sulawesi Selatan memiliki tradisi untuk membeli barang pecah belah setiap 10 Muharram.
Tradisi turun temurun tersebut dipercaya akan membawah berkah bagi barang yang dibeli dan juga awet.
Seorang pedagang pecah belah, Mama Igun, mengungkapkan salah satu alasan sepinya pembeli yakni hujan yang mengguyur sejak pagi hari di Kota Makale.
“Belum ada pembeli sampai mau sore ini, sepi. Mungkin karena hujan,” ungkap Mama Igun saat dikonfirmasi di tokonya.
Padahal biasanya setia 10 Muharram atau Hari Asyura, toko Mama Igun ramai oleh mereka yang membeli barang pecah belah.
“Misalnya baskom, ember, gayung, hanger, itu ramai dibeli setiap setiap 10 Muharam. Cuma baru kali ini sepi momennya,” lanjut Mama Igun.
Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan tanggal 1 Muharam 1446 H jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024.
Keputusan itu sesuai dengan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2024 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
| Tomat Naik 100 Persen di Pasar Sentral Makale |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Sentral Makale Kian Pedis, Tomat Ikut Naik |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Sentral Makale Tana Toraja Turun Rp20 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Jelang Ramadan, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Makale Masih Stabil |
|
|---|
| Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Makale Stabil, Cabai Rp25 Ribu per Kilogram |
|
|---|