Minggu, 12 April 2026

Monyet Liar Masuk Pemukiman Warga, BKSDA Sulsel: Kekurangan Stok Makanan

Warga sekitar menyebutkan bahwa hewan liar ini sudah beberapa kali terlihat masuk ke pemukiman dalam setahun terakhir ini.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Monyet Liar Masuk Pemukiman Warga, BKSDA Sulsel: Kekurangan Stok Makanan
FB/tangkapan layar
Monyet memasuki pemukiman warga di Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Dua warga Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diserang oleh monyet liar beberapa hari lalu.

Dua korban ini Bernama Luther Taruk (50 tahun) dan Pither Taruk Lawa (57 tahun). Kedua korban tersebut masih satu rumpun keluarga.

Keduanya diserang monyet liar saat berada di halaman rumah.

Luther Taruk mengalami luka goresan di paha sebelah kanan, sedangkan Pither Taruk Lawa mengalami luka sobek dan gigitan di betis sebelah kanan.

Warga sekitar menyebutkan bahwa hewan liar ini sudah beberapa kali terlihat masuk ke pemukiman dalam setahun terakhir ini.

Monyet liar tersebut sudah beberapa kali memakan makanan ternak dan tanaman warga seperti tanaman pisang. Tidak hanya itu, monyet ini juga memangsa ternak warga seperti ayam.

Salah satu staff Dokter Hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel, drh Fadhilah Pardan, mengatakan bahwa massifnya monyet liat masuk ke pemukiman warga karena beberapa faktor.

Namun, faktor utama adalah kemungkinan disebabkan kurangnya stok makanan di hutan. Bisa juga karena habitat hewan liar ini terusik dan makin berkurang akibat ulah manusia.

"Untuk itu harus dipastikan dulu apakah ada bukaan lahan baru di hutan atau tidak. Jika ada diperuntukkan untuk apa? Yang jelas mayoritas satwa liar yang masuk perkampungan warga biasanya karena stok makan di hutan menipis, seperti buah-buahan dan lain sebagainya," ucapnya via telepon Kamis (13/6/2024) malam.

Ia menambahkan, kasus ini sudah disampaikan ke pimpinan dan sementara menunggu petunjuk lebih lanjut.

"Memang ada OP pelaporan. Untuk kasus tersebut, laporannya sudah masuk di dalam BBKSDA. Kami masih menunggu arahan pimpinan terkait tindakan selanjutnya, seperti apakah akan memantau ke lokasi dan lain sebagainya," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang 1 belum bisa memastikan kondisi di lokasi kejadian, temasuk apakah ada pembukaan lahan di areal tersebut atau tidak.

Diketahui, wilayah kerja KPH Saddang 1 yaitu Kabupaten Tana Toraja. KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien dan lestari.

KPH merupakan bagian dari sistem pengurusan hutan nasional di bawah Kementerian Kehutanan RI.

Kepala Lembang Lemo Menduruk, Yohanis Sarira Dualembang, mengatakan bahwa adanya hewan liat masuk ke pemukiman sudah sangat meresahkan warga.

"Pasti sangat meresahkan warga. Semoga cepat pemerintah hingga Polisi Kehutanan memantau hal ini," tutupnya.
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved