Minggu, 3 Mei 2026

Monitoring BMKG: Curah Hujan Toraja Sangat Tinggi Sepekan ke Depan, Waspada Longsor

Wilayah Toraja dengan topografi pegunungan dan dataran tinggi sangat rawan terjadinya bencana tanah longsor.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Monitoring BMKG: Curah Hujan Toraja Sangat Tinggi Sepekan ke Depan, Waspada Longsor
rifki/tribun toraja
ILUSTRASI: Hujan mengguyur Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Toraja memprakirakan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara untuk sepekan ke depan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG Toraja, Saefudin Cipto Adi, Senin (15/4/2024) dini hari.

Menurutnya, hingga pertengahan April 2024, hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang, sering terjadi di wilayah Toraja yang berdampak akan bencana tanah longsor di beberapa titik.

“Kondisi ini dipicu beberapa faktor antara lain Madden Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 4 atau Maritime Continent, menunjukkan kondisi yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia,” ucap Saefudin saat dikonfirmasi Tribun Toraja secara daring.

Aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara-tengah, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua, dalam sepekan ke depan kata Saefudin.

Selain itu, gelombang atmosfer Kelvin diprakirakan aktif di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua, bagian selatan dalam sepekan ke depan.

“Faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” jelas Saefudin.

Monitoring curah hujan di BMKG Toraja hingga Sabtu (13/4/2024) menunjukkan curah hujan terukur 393,9 mm dan masuk dalam kategori hujan sangat tinggi.

“Himbauan agar selalu waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan yaitu banjir, tanah longsor, angin kencang, dan sambaran petir,” ucapnya.

“Wilayah Toraja dengan topografi pegunungan dan dataran tinggi sangat rawan terjadinya bencana tanah longsor. Hujan lebat yang terjadi setiap hari dengan durasi waktu yang lama mengakibatkan lemahnya struktur tanah yang berdampak terjadinya tanah longsor,” terang Saefudin.

Diberitakan sebelumnya, Longsor di Desa Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan dan Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sabtu (13/4/2024) malam, menyebabkan 18 orang meninggal dunia.

Selain itu, dua warga lainnya masih dilaporkan hilang.

Dua warga lainnya yang ditemukan selamat kini dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Sinar Kasih, Makale. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved