Cerita Warga Makassar Lebaran di Jepang, Silaturahmi di Bawah Mekarnya Sakura
Marini mengatakan, saat Lebaran Idul Fitri, umat muslim yang bermukim di Fukuoka melaksanakan Salat Ied di Masjid Fukuoka.
Penulis: Apriani Landa | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/12042024_WNI_di_Jepang.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tidak sempat mudik merayakan Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah di Jepang.
Mereka umumnya adalah pelajar atau mahasiswa, pekerja, maupun WNI yang menikah dengan orang Jepang.
Seperti yang diceritakan Marini Ambo Wellang, warga Makassar yang kini menempuh pendidikan Program Doktor (S3) dengan fokus Environmental Systems di The Kitakyushu University.
Ia tinggal di daerah Kitakyushu, Fukuoka, Jepang.
Ia mengatakan, ini adalah Lebaran ketiganya di Negeri Matahari Terbit itu.
Alumni Ilmu Komunikasi, Fisip-Unhas ini merantau ke Jepang untuk mengejar ilmu, menyelesaikan program doktor-nya.
"Saya sudah dua tahunan di sini, tapi ini lebaran ketiga kalinya di Jepang. Pertama datang, dua tahun lalu, itu masuk awal Ramadan," tuturnya memulai kisahnya.
Dua lebaran sebelumnya ia laksanakan di Kitakyushu City. Tahun ini, ia merayakan Idul Fitri di Fukuoka City.
"Ingin mencari suasana baru," ucapnya.
Jauh dari kampung halaman, keluarga, dan kerabat diakui Marini merupakan momen berbeda dala merakan Lebaran.
"Vibes-nya tentu beda," ucap Marini.
"Sangat merindukan rumah dan keluarga," tambahnya.
Selain itu, ia merindukan makanan yang disajikan tiap lebaran. "Tidak ada burasa di sini," ucapnya.
Marini mengatakan, saat Lebaran Idul Fitri, umat muslim yang bermukim di Fukuoka melaksanakan Salat Ied di masjid Fukuoka.
Ada sekitar 500 jamaah yang melaksanakan Salat Ied.
| Hubungan Makin Panas, China Stop Impor Makanan Laut dari Jepang |
|
|---|
| Padel Resmi Masuk Daftar Cabang Olahraga Asian Games 2026 di Jepang |
|
|---|
| 2026, Libur Nyepi dan Lebaran Digabung, Bisa Mudik 7 Hari |
|
|---|
| Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama dalam Sejarah Jepang |
|
|---|
| Baru Tiga Hari di Jepang, WNI Langsung Ditangkap Curi Tas Senilai Rp1 Miliar |
|
|---|