Jumat, 10 April 2026

Penganiayaan Santri

Gara-gara Ketuk Kaca Perpustakaan, Santri di Makassar Tewas Dianiaya Senior

Devi mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kasus ini segera rampung dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Gara-gara Ketuk Kaca Perpustakaan, Santri di Makassar Tewas Dianiaya Senior
emba/tribun timur
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sudjana memberi keterangan pes terkait kematian santri, Selasa (20/2/2024) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM - Seorang santri sebuah pesantren di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, AAR (14), meninggal usai dianiaya seniornya, AW (15).

AAR dianiaya di perpustakaan pesantren pada Kamis (15/2/24) pagi.

Penganiayaan itu membuat AAR mengalami luka serius di bagian kepala.

Setelah menjalani perawatan selama lima hari di RS Grestelina, Makassar, AAR dinyatakan meninggal pada Selasa (20/2/2024) dini hari.

"Menurut keterangan pihak keluarga, kepala bagian belakang korban luka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sudjana, Selasa siang.

"(Ada luka) di otak kecil yang menyebabkan gagal nafas dan sebagainya," sambung Devi.

Devi mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kasus ini segera rampung dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Pelaku, kata Devi, sudah diamankan di rumahnya di Kabupaten Gowa. 

Polisi juga sudah mengambil rekaman CCTV di tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan dokter terkait data rekam medis selama korban di rawat di rumah sakit.

Kompol Devi menjelaskan, penganiayaan bermula saat AW berada dalam perpustakaan pondok pesantren.

Korban kemudian datang dan mengetuk-ngetuk jendela kaca perpustakaan.

Hal itu membuat AW tersinggung dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

AAR yang mengalami sejumlah pukulan di tubuh dan kepalanya kemudian dilarikan ke RS Grestelina.(emba)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved