Sabtu, 11 April 2026

Kisah Anggota KPPS di Palopo Ditabrak Motor Usai Terima Honor

Yohana alami kecelakaan usai melaksanakan tugasnya melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di TPSnya, Kamis (16/2/2024) siang.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kisah Anggota KPPS di Palopo Ditabrak Motor Usai Terima Honor
ist
Ilustrasi 

TRIBUNTORAJA.COM, PALOPO - Kebahagiaan Yohana Rakka (35) usai terima honor sebagai petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), berubah pilu.

Yohana bertugas di TPS 05 Maroangin, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Warga Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, alami kecelakaan usai melaksanakan tugasnya melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di TPSnya, Kamis (16/2/2024) siang.

Setelah menerima honor, ia pun pulang ke rumah menggunakan motornya.

Suami Yohana Rakka, Matius Rante (51), saat akan menyebrang, tiba-tiba ada motor melaju kencang dan menabrak Yohana.

“Setelah pulang menerima honor, dia mau menyeberang jalan menggunakan motornya. Namun dari arah samping tiba-tiba ada motor yang melaju dan menabraknya,” kata Matius.

Kasat Lantas Polres Palopo, AKP Rusdi Yunus, membenarkan kejadian itu.

Ia mengatakan saat korban mendekati garis putih jalan, tiba-tiba dari arah utara ke selatan bergerak pengendara sepeda motor dan menabrak Yohana yang juga menggunakan sepeda motor.

“Akibat kecelakaan itu, korban merasakan sakit pada bagian tangan kanan,” ucapnya.

Kapolres Palopo, AKBP Safi'i Nafsikin, merasa haru dan iba atas kejadian yang dialami anggota KPPS di TPS 05 Maroangin tersebut.

Terlebih saat mengetahui bahwa korban telah menjadi anggota KPPS sebanyak lima kali.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami korban, kami juga merasa bangga karena ia memiliki semangat yang luar biasa untuk membantu proses penyelenggaraan Pemilu, karena telah menjadi anggota KPPS sebanyak lima kali,” tutupnya.

Hal ini menjadi bukti perjuangan penyelenggara Pemilu untuk melancarkan dan menyukseskan pesta demokrasi.
Kapolres Palopo, meminta Yohana agar menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Hal itu dikarenakan kondisi korban yang hanya dapat berbaring dan merasakan sakit di bagian tangannya, serta masih merasa lelah.

“Kami menyarankan agar korban dirawat secara di rumah sakit, karena kondisi korban yang terus merasakan sakit pada bagian kanan tangan dan belum diketahui, apakah mengalami keretakan tulang atau patah,” jelasnya.

(*)

(Tribun-Timur.com/Andi Bunayya Nandini)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved