Kabinet Indonesia Maju
Pengamat Prediksi Banyak Menteri Jokowi Mundur Setelah Pemilu
Sebelumnya, beredar isu bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono siap mundur dari kabinet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Sri-Mulyani.jpg)
TRIBUNTORAJA.C0M - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, memprediksi sejumlah menteri akan mundur dari jabatannya setelah Pemilu 2024.
Menurut Ray, sejumlah menteri itu masih menahan diri hingga pemilu usai.
Dia memperkirakan, menteri yang akan mundur dari kabinet Jokowi berasal dari PDIP dan Partai NasDem.
"Untuk sekarang mereka belum mundur dari kabinet. Sebab akan buruk terhadap partai maupun capres yang didukung oleh partai," ujar Ray.
Sebelumnya, beredar isu bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono siap mundur dari kabinet.
Isu itu muncul menyusul pernyataan ekonom senior, Faisal Basri.
Dalam pernyataannya, Faisal Basri menyerukan menteri-menteri Jokowi untuk mundur dari kabinet.
Seruan itu disampaikan Faisal Basri yang merasa kecewa terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi yang dianggap berpihak pada pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Istana Membantah
Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana membantah isu mundurnya Sri Mulyani dan Basuki Hadimuljono.
Ia memastikan kabinet Jokowi tetap solid hingga saat ini .
"Seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju tetap kompak dan solid membantu Presiden untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan sampai akhir masa jabatannya," papar Ari, Kamis.
Ari pun enggan bicara lebih lanjut terkait isu ini.
Ia menduga, isu tersebut sengaja dilemparkan oleh pihak tertentu.
"Terkait isu yang sengaja dilemparkan oleh beberapa pihak bahwa ada menteri yang siap mundur atau tidak nyaman dalam pemerintahan. Tanyakan saja ke pihak-pihak yang melontarkan isu tersebut," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu Sri Mulyani dan Basuki Siap Mundur dari Kabinet, Ini Reaksi Mahfud MD, Zulhas, hingga Istana