Rizal Ramli Meninggal
Melayat ke Rumah Duka Rizal Ramli, JK: Kami Sering Beda Pendapat Tapi Tetap Sahabat
Berjejer karangan bunga ucapan duka cita juga terlihat di depan rumah Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Mantan-Menteri-Koordinator-Kemaritiman-Rizal-Ramli333.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Suasana duka menyelimuti rumah di Jalan Bangka IX, Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/1/2).
Terbaring di salah satu ruangan, jenazah eks Menko Kemaritiman, Rizal Ramli.
Di samping jenazah, tampak istri dan anak Rizal Ramli.
Para pelayat juga satu per satu berdatangan ke rumah. Beberapa dari pelayat juga melakukan salat jenazah berjemaah di depan jenazah Rizal Ramli.
Lukisan bergambar wajah Rizal Ramli yang tampak tersenyum pun terpampang di atas jenazah.
Berjejer karangan bunga ucapan duka cita juga terlihat di depan rumah Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia era Presiden Gus Dur itu.
Sejumlah tokoh yang terlihat melayat ke rumah duka Rizal Ramli diantaranya, Wapres ke 10 dan 12, Jusuf Kalla, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan hingga Menparekraf Sandiaga Uno.
Rizal meninggal pada Selasa (2/1/24) malam.
Staf almarhum, Tri Wibowo Santoso, mengungkapkan, Rizal Ramli menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pukul 19.30 WIB.
Rizal Ramli akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Hal tersebut disampaikan Tim Komunikasi keluarga Rizal Ramli, Yos Nggarang, saat ditemui di rumah duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
"Akan dimakamkan di Jakarta, di TPU Jeruk Purut," kata Yos.
Rencananya, jenazah Rizal Ramli akan dimakamkan pada Kamis (4/1/24).
Yos mengungkapkan mendiang Rizal Ramli telah menderita sakit sejak tahun 2008 silam.
"Jadi sakitnya orang pergerakan begitu, tidak diketahui, dan dia lebih peduli pikirannya itu yang membuat beliau juga memilih selama kurang lebih satu bulan dirawat ini tidak diketahui oleh publik sakit," ucapnya.
Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat pada 10 Desember 1954.
Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) periode 2000-2001.
Kemudian pada tahun yang sama, Rizal Ramli menjabat Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rizal Rizal menjadi Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia menggantikan Indroyono Soesilo pada 2015 - 2016.
Dia lulusan S1 Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan pendidikannya hingga S3 di bidang ekonomi di Boston University, Amerika Serikat.
Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa atas wafanya eks Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Presiden menyampaikan duka cita melalui akun instagramnya @Jokowi, Rabu (3/1/24).
"Turut berduka cita atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Rizal Ramli, mantan Menko Kemaritiman, kemarin di Jakarta," tulis Presiden.
Jokowi mengaku mengenal sosok Rizal Ramli sebagai seorang ekonom yang cerdas. Selain itu juga sebagai seorang aktivis yang kritis.
"Saya mengenal almarhum Rizal Ramli sebagai seorang ekonom yang cerdas dan aktivis yang kritis karena kecintaan terhadap bangsanya," katanya.
Jokowi mendoakan almarhum semoga meninggal dalam keadaan baik, serta di tempatkan di sisi Allah SWT.
"Segenap keluarga serta kerabat yang ditinggalkan kiranya diberi kesabaran," pungkasnya.
JK hadir di rumah duka pukul 10.20 WIB dengan mengenakan baju koko berwarna abu-abu serta berpeci hitam.
Kedatangannya disambut oleh beberapa perwakilan dari keluarga almarhum yang telah menunggunya di depan pintu gerbang.
Menurut JK, Rizal Ramli merupakan sosok pemikir dan seorang aktivis yang konsisten selama puluhan tahun dengan pemikiran-pemikiraanya.
"Dia juga pernah ada di pemerintahan walaupun tidak lama. Oleh karena itu kita kehilangan tokoh seperti ini," kata JK kepada wartawan di rumah duka.
Selain itu dia juga mengungkap bahwa Rizal Ramli pernah menggantikan dirinya sebagai Kepala Bulog pada tahun 2000 silam.
Dan saat itu pula JK menjelaskan bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan Rizal membicarakan mengenai isu pangan.
"Beliau pernah mengganti saya sebagai ketua Bulog pada tahun 2000. Kita selalu diskusi soal pangan dan juga selama di pemerintahan saya sering berbeda pendapat dan tajam tapi kita tetap bersahabat," pungkasnya.
Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan rasa duka yang mendalam, atas wafatnya Rizal Ramli
"Wafatnya Bapak Rizal Ramli tadi malam dan saya berada di Minang menyampaikan rasa duka cita, salah seorang putra dari tanah ini yang menjadi pejuang," ucap Anies.
Anies pun bercerita kenangan yang dimilikinya bersama Rizal Ramli.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, telah mengenal Rizal Ramli sejak zaman kuliah, dan sering mendapatkan dukungan dari Rizal Ramli.
"Dulu kalau saya ada kegiatan mahasiswa sering datang ke Jakarta meminta dukungan dari Bang Rizal, data-data, informasi dan selalu beliau berikan saya jaman kuliah," ucap Anies.
Selain itu, Anies menganggap Rizal Ramli adalah satu di antara putra terbaik bangsa, yang konsisten menegakkan nilai-nilai demokrasi.
"Dan dia adalah satu pribadi yang konsisten memperjuangkan demokrasi dan konsisten melawan korupsi, konsisten melawan feodalisme, nepotisme, dan tidak pernah kompromi sedikit pun," ucap Anies.
"Seorang yang bisa dibilang salah satu putra gemilang Indonesia. Insyaallah beliau ditenpatkan di tempat yang mulia dan insyaallah seluruh kebaikannya jadi amal jariyah," pungkas Anies.
TKN Prabowo-Gibran mengucapkan belasungkawa kepada Rizal Ramli.
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menyebutkan Rizal Ramli merupakan sosok ekonom besar yang kerap mengisi pikirannya ke ruang publik.
"Inalillahi wainalilahi rojiun, pertama-pertama kami atas nama TKN menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas dipanggilnya seorang ekonom besar yang banyak mengisi ruang publik di Indonesia yaitu Abanganda tercinta Doktor Rizal Ramli," ujar Nusron.
Rizal Ramli, kata Nusron, merupakan sosok yang konsisten, kritis kepada berbagai kebijakan pemerintah. Baginya, sosok Rizal banyak disegani oleh masyarakat Indonesia.
"Beliau orang yang sangat konsisten kritis atas kebijakan yang dirasa tidak cocok menurut beliau kami respect dan menghormati karena itu kami mendoakan semoga amal-amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT," katanya.
Lebih lanjut, Nusron menambahkan ia merupakan seorang ekonom seperti Rizal Ramli. Oleh sebab itu, ia berdoa Rizal Ramli dapat ditempatkan yang layak di sisi Allah SWT.
"Kita sama-sama Indonesia kehilangan seorang ekonom besar. Karena itu kita patut berbelasungkawa semoga beliau ditempatkan oleh Allah SWT di tempat yang selayaknya dan sebaik-baiknya," tukasnya.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengaku memiliki pengalaman dimentori oleh mendiang Rizal Ramli.
Menurutnya, Rizal merupakan sosok senior yang konsisten dengan nilai dan semangat perjuangan.
"Rizal sosok senior yang memberikan keteladanan semangat perjuangan, baik dalam jabatan maupun di luar jabatan di pemerintahan, beliau tetap konsisten dengan nilai dan semangat perjuangan," kata Masinton.
Masinton mengaku Rizal Ramli adalah sosok yang menginspirasinya dalam hal kritisisme.
"Bang Rizal Ramli jauh di atas kami, beliau aktivis 70-an menentang normalisasi kehidupan kampus di masa otoritarianisme orde baru dan kami digenerasi 98 memperjuangkan reformasi dan demokrasi," jelasnya.
Hubungan antara keduanya, kata Masinton, terus terjalin hingga akhir hayat Rizal Ramli.
"Sampai sekarang persahabatan abang adik slelau kami lakonkan," kata Masinton.
Lebih lanjut, Masinton mengaku bersama teman-teman sejawatnya yang juga dimentori Rizal kerap menirukan gaya bicara eks Menko Kemaritiman itu.
"Saya juga sering becanda mengimpersonet beliau karena sering diskusi dengan beliau, jadi saya tahu logat dialek beliau berturur kata, 'adik-adik kita harus tetap jaga semangat demokrasi dari perilaku otoritarianism orba'," ucap Masinton.
Bahkan, usai mencontohkan saat ia menirukan gaya bicara Rizal, tampak kedua mata Masinton tampak berkaca-kaca menahan kehilangan mendalamnya.
"Itu yang selalu kami ingat dengan beliau, yang mana beliau tekankan tentang idealisme di mana pun berada. Tentu kami kehilangan figur," pungkas Masinton. (Tribun Network/ Yuda).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.