Kecelakaan Lalu Lintas
Bulldozer Angkat Mobil Jois yang Tenggelam di Sungai Sa'dan
Namun proses evakuasi baru berhasil setelah kendaraan alat berat jenis bulldozer diturunkan untuk menarik mobil tersebut.
Penulis: Adenin | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kelurah3ewr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Jois Sikko (27), berniat mengambil sayur di Kampung Se'pon, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, saat Daihatsu Grandmaz pick up yang dikemudikanya terjun ke Sungai Sa'dan.
Kejadian yang menimpa petani asal Kampung To Semma, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja itu bermula saat dirinya memberikan jalan kepada kendaraan yang ada didepannya.
Namun karena jalanan yang sempit, serta licin setelah hujan yang mengguyur, ban depan sebelah kiri pick up yang dikemudikannya tergelincir, dan terjun ke sungai.
Warga yang menyaksikan, segera memberi pertolongan dengan menggunakan tali, sebab pick up tersebut membawa Jois beserta istri dan kedua anaknya yang masih balita.
Warga mengevakuasi keempatnya sesegera mungkin, sebab air yang keruh setelah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini, ditambah mobil tersebut mulai hanyut akibat aliran air yang deras.
Keempatnya segera dilarikan ke RS Lakipadada untuk menerima perawatan intensif.
Sementara pick up yang dikemudikannya baru bisa di evakuasi dari sungai pada pukul 19.23 WITA.
Warga beserta bahu membahu mengevakuasi kendaraan tersebut dengan alat seadanya.
Namun proses evakuasi baru berhasil setelah kendaraan alat berat jenis bulldozer diturunkan untuk menarik mobil tersebut.
Personil Bhabinsa dari Koramil 1414-01/Makale, Serda Silvester yang memipin jalannya evakuasi menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Awalnya ini mobil memberi jalan mobil yang ada didepannya. Namun karena jalan yang sempit, roda depan sebelah kirinya tergelincir sehingga terjun ke sungai," ucap Silvester dihadapan awak media setelah memimpin evakuasi.
Evakuasi yang dilakukan, lanjut Silvester, melibatkan warga sekitar dibantu dengan personil kepolisian.
"Awalnya terkendala, karena hanya menggunakan tali dan alat seadanya, serta arus sungai yang deras. Namun evakuasi berhasil, setelah dibantu dengan bulldozer," tutupnya. (*)