Minggu, 3 Mei 2026

Kriminalisasi Aktifis

Maraknya Intimidasi dan Kriminalisasi Pertanda Penguasa Resah dengan Rakyatnya

Direktur eksekutif Amnesty International Indonesia itu berpandangan, demokrasi di Indonesia tengah mengalami regresi

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Maraknya Intimidasi dan Kriminalisasi Pertanda Penguasa Resah dengan Rakyatnya
Kompas.com
Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid, saat berorasi dalam acara Konser Bongkar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (9/12/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Maraknya aksi intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga sipil dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan penguasa tengah resah terhadap rakyatnya.

Hal ini disampaikan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid, saat berorasi sebelum tampil bersama band The Black Stones, Fajar Merah, dan Once Mekel dalam acara Konser Bongkar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

"Kasus Haris Azhar, Fatia Maulidiyanti, Budi Pego di Jawa Timur, Yosefa di Papua, Bung Retno Gunardi di Rempang, dan terakhir kasus Butet memperlihatkan kekuasaan sedang resah karena rakyatnya mulai bicara," kata Usman.

Direktur eksekutif Amnesty International Indonesia itu berpandangan, demokrasi di Indonesia tengah mengalami regresi, begitu pula dengan kebebasan berekspresi yang direpresi.

"Pengawasan rakyat melalui lembaga-lembaga legislatif dilemahkan bahkan penguasaan kekuasaan melalui peradilan juga dikebiri," ujar Usman, mengutip berita Kompas.com.

Usman pun mengkritik Presiden Joko Widodo yang menurutnya ingin terus memperpanjang kekuasaan dan melemahkan kebebasan berekspresi.

Menurut dia, hal itu salah satunya tercermin dari eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang menjadi adik ipar Jokowi demi kepentingan keluarga Jokowi.

"Jokowi, dengan kekuasaan eksekutifnya terus ingin berkuasa memperpanjang kekuasaannya dengan melemahkan kebebasan berekspresi dengan melemahkan pengawasan kontrol rakyat dan dengan mengebiri badan-badan peradilan seperti MK," kata Usman.

Seperti diketahui, Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti tengah diadili atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara seniman Butet Kartaredjasa diduga diintimidasi oleh aparat kepolisian sata hendak menggelar pentas seni di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Butet mengaku diminta aparat untuk meneken surat pernyataan bahwa pertunjukan seninya tidak mengandung unsur politik.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved